Arema FC menjamu PSIM Yogyakarta dalam pertandingan pekan terakhir BRI Super League 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada Jumat (22/5/2026) pukul 15.30 WIB. Laga penutup musim ini menjadi penentu bagi kedua tim yang sama-sama mengoleksi 45 poin untuk memperebutkan posisi terbaik di zona sepuluh besar klasemen akhir.
Pertandingan ini awalnya dijadwalkan berlangsung pada 23 Mei 2026, namun dimajukan satu hari berdasarkan keputusan ILeague. Manajemen PSIM Yogyakarta menyatakan telah menerima pemberitahuan tersebut lebih awal sehingga tidak mengganggu program persiapan tim yang berangkat ke Malang menggunakan kereta api pada Kamis (21/5/2026).
Singo Edan menatap laga ini dengan modal kemenangan 5-2 atas PSBS Biak pada pekan lalu, sementara Laskar Mataram baru saja menumbangkan Madura United 2-1. Pertemuan pertama kedua tim pada paruh pertama musim ini, Agustus 2025, berakhir imbang dengan skor 1-1 di Stadion Sultan Agung.
Pelatih Arema FC, Marcos Santos, mengapresiasi kerja keras anak asuhnya yang mampu melewati situasi sulit akibat badai cedera dan akumulasi kartu di lini pertahanan sepanjang musim ini.
"Saya rasa itu kredit untuk para pemain yang juga memahami kompetisi. Kami mengalami banyak perubahan, kami tidak bisa menstabilkan bek tengah, selalu berganti bek karena cedera atau kartu. Tentu itu adalah poin yang coba kami perbaiki, tapi semua layak mendapatkan ucapan selamat," ujar Marcos Santos.
Marcos Santos juga mewaspadai daya ledak tim tamu yang dikenal memiliki organisasi serangan yang baik serta kecepatan sektor sayap.
"Sebuah kebanggaan memiliki atlet-atlet ini yang di akhir musim berdedikasi seperti di sepanjang kejuaraan, mereka melakukan apa yang pantas dilakukan setiap hari lewat latihan, kerja keras, dan keringat untuk memberikan yang terbaik bagi Arema FC," pungkas Marcos Santos.
Media Officer PSIM Yogyakarta, Irza Triamanda, mengonfirmasi perubahan jadwal pertandingan tandang tersebut.
"Betul bahwasannya laga tandang melawan Arema FC maju satu hari dari jadwal sebelumnya. Yang semula akan dilaksanakan 23 Mei, maju jadi 22 Mei di Stadion Kanjuruhan Malang," ungkap Irza Triamanda.
Irza Triamanda menambahkan bahwa koordinasi yang cepat antara manajemen dan tim pelatih membuat perubahan jadwal ini tidak menimbulkan kendala berarti bagi kesiapan pemain.
"ILeague sudah bersurat ke klub sejak beberapa waktu lalu, jadi pemberitahuan ini tidak mendadak. Oleh sebab itu, persiapan tim tetap berjalan lancar, tim pelatih bersama manajemen langsung membuat penyesuaian agenda, dan tidak terganggu dengan adanya perubahan jadwal ini," lanjut Irza Triamanda.
Pihak manajemen PSIM Yogyakarta memastikan seluruh rombongan bertolak menuju Malang sesuai rencana melalui jalur darat.
"Skuad berangkat Kamis 21 Mei melalui jalur darat. Seturut rencana menggunakan kereta api," pungkas Irza Triamanda.
Pertandingan penutup kompetisi sepak bola tertinggi Indonesia ini disiarkan secara langsung melalui stasiun televisi Indosiar dan layanan live streaming Vidio.