Arema FC Tekuk PSIM Yogyakarta Tiga Satu di Kanjuruhan

Arema FC Tekuk PSIM Yogyakarta Tiga Satu di Kanjuruhan

Arema FC sukses menundukkan PSIM Yogyakarta dengan skor 3-1 pada laga pamungkas kompetisi Super League 2025-2026 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5/2026) sore WIB. Kemenangan skuad Singo Edan dipastikan oleh gol Joel Vinicius, Dalberto Luan Belo, dan Valdeci, sementara Laskar Mataram hanya membalas lewat aksi Deri Corfe.

Hasil pertandingan pekan ke-34 ini membuat Arema FC mengakhiri musim di peringkat ke-9 klasemen dengan torehan 48 poin dari 34 laga. Sebaliknya, kekalahan tersebut menahan posisi PSIM Yogyakarta di urutan ke-11 klasemen akhir dengan koleksi 45 poin.

Pertandingan disaksikan langsung oleh 6.502 penonton di stadion. Berdasarkan statistik laga, PSIM Yogyakarta mendominasi penguasaan bola hingga 72 persen dan melepaskan 17 tembakan, namun Arema FC tampil lebih efektif dengan mencatatkan 16 total tembakan sepanjang permainan.

Pelatih Arema FC, Marcos Santos mengapresiasi kehadiran ribuan Aremania yang memadati tribun sejak awal laga. Menurutnya, atmosfer luar biasa dari para suporter menjadi pemicu utama determinasi tinggi yang ditunjukkan oleh anak asuhnya di lapangan hijau.

"Saya sangat senang dengan kehadiran para Aremania dengan jumlah yang banyak, kemenangan ini untuk suporter," kata Marcos Santos dalam konferensi pers pascapertandingan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat.

Pelatih asal Brasil tersebut mengakui kualitas tim tamu yang sempat memberikan tekanan besar sepanjang jalannya pertandingan. Hasil positif ini sekaligus melengkapi catatan tiga kemenangan beruntun bagi Arema FC di akhir musim kompetisi.

"Tentu ini pertandingan yang sulit karena PSIM tim kuat dan dilatih oleh pelatih berkualitas," ujarnya.

Marcos Santos menyatakan kepuasannya terhadap hasil akhir di laga penutup musim ini. Ia pun menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas dukungan penuh yang diberikan oleh seluruh elemen suporter kepada tim kepelatihannya.

"Kami puas dengan hasil laga penutup ini. Tentu, tim pelatih senang, dan berterima kasih untuk semua. Dukungan Aremania dan anda semua di sini sangat baik bagi pelatih," ungkap coach Marcos Santos, di ruang media conference usai laga kontra PSIM, Jum'at (22/5/2026).

Pihak panitia pelaksana Arema FC juga menyampaikan apresiasi resmi melalui pengeras suara stadion menjelang laga berakhir. Mereka berterima kasih atas ketertiban penonton yang menjaga situasi tetap kondusif selama semusim penuh.

"Terima kasih untuk Aremania, telah mendukung Arema sepanjang musim tanpa ada kejadian negatif yang merugukan," demikian panpel Arema FC melalui pengeras suara.

Marcos Santos pun menutup pernyataannya dengan nada optimistis mengenai masa depan klub kebanggaan warga Malang ini. Ia berharap Singo Edan bisa bersaing di papan atas pada kalender kompetisi mendatang.

"Saya optimis, semoga di musim kompetisi berikutnya, Arema bisa meraih hasil terbaiknya," demikian Marcos Santos.

Kiper Arema FC, Adi Satryo yang tampil perdana pascacedera panjang, menyebut kehadiran penonton memberikan energi tambahan bagi pemain. Penjaga gawang berusia 24 tahun itu juga mengapresiasi peran pelatih dalam memulihkan kepercayaan dirinya.

"Tentu ketika di lapangan hal itu mampu membuat kami sebagai pemain jauh bermain lebih bertenaga," kata Adi Satryo.

Penjaga gawang tim nasional itu mengaku sempat melewati periode sulit sepanjang musim ini akibat gangguan cedera. Namun, motivasi konsisten dari internal tim membantunya kembali ke performa terbaik.

"Contohnya di pertandingan kali ini yang menjadi pertandingan pertama sama setelah cedera panjang, beliau (Marcos Santos) datang untuk menenangkan sehingga saya bisa nyaman di lapangan," ucap Adi Satryo.

Di kubu lawan, pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul Van Gastel menyoroti kelengahan anak asuhnya pada menit-menit awal babak pertama. Kesalahan koordinasi tersebut langsung dimanfaatkan tuan rumah untuk mencetak gol cepat lewat Joel Vinicius.

"Pada lima sampai enam menit awal, pemain kami kurang fokus ke dalam permainan dan langsung dihukum lewat kesalahan sendiri yang berbuah gol untuk Arema," ujar pelatih asal Belanda tersebut usai laga, Jumat (22/5/2026).

Van Gastel sempat mengubah formasi di babak kedua dengan memasukkan penyerang Nermin Haljeta untuk meningkatkan daya gempur. Strategi itu sempat memperkecil skor menjadi 2-1 melalui gol Deri Corfe pada menit ke-52.

"Kami mencoba merespons di babak kedua dengan mengganti formasi agar lebih menyerang. Namun kami kembali kebobolan di awal babak kedua," ungkapnya.

Meski berisiko kebobolan gol ketiga dari Valdeci akibat menerapkan permainan terbuka, Van Gastel tetap memuji daya juang skuat Laskar Mataram. Ia mengagumi proses gol penutup dari Arema FC yang tercipta lewat skema serangan balik cepat.

"Kami bermain all out untuk mengejar hasil, tetapi akhirnya kebobolan gol ketiga. Saya akui gol ketiga Arema memang sangat bagus," terangnya.

Mantan pemain Feyenoord tersebut menutup evaluasinya dengan memberikan pernyataan bangga atas pencapaian kolektif tim sepanjang musim. Menurutnya, PSIM menunjukkan progres positif sebagai tim promosi di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

"Secara keseluruhan sepanjang musim ini saya bangga terhadap performa anak-anak," pungkasnya.

Artikel terkait

Rekomendasi