Timnas Argentina mengusung ambisi besar pada turnamen Piala Dunia 2026. Seperti dikutip dari Lifestyle, tim berjuluk La Albiceleste tersebut kini bertekad mempertahankan gelar juara yang mereka raih pada edisi 2022 di Qatar.
Jika berhasil, Argentina akan menjadi tim pertama yang mampu meraih dua gelar Piala Dunia secara beruntun sejak Brasil melakukannya pada tahun 1962. Di bawah arahan pelatih Lionel Scaloni, sebagian besar skuad yang membawa mereka meraih takhta dunia di Qatar masih dipertahankan.
Tim ini juga sukses mempertahankan gelar Copa America pada 2024 dan tampil dominan dengan menjadi pemuncak klasemen kualifikasi zona Amerika Selatan. Namun, persiapan Argentina menuju turnamen ini tidak berjalan sepenuhnya ideal.
Sejak berkompetisi di Qatar, mereka belum menghadapi lawan dari Eropa. Rencana laga Finalissima melawan juara Eropa, Spanyol, batal terlaksana akibat konflik geopolitik yang melibatkan Iran.
Sebagai gantinya, Argentina hanya menjalani pertandingan uji coba melawan tim-tim seperti Mauritania dan Zambia. Selain itu, usia sang kapten, Lionel Messi, yang akan menginjak 39 tahun bulan ini turut menjadi perhatian.
Meski masih memiliki kemampuan menentukan jalannya pertandingan dan berperan sebagai pemimpin di ruang ganti, Messi tidak lagi memiliki kecepatan dan stamina seperti saat berada di puncak kariernya. Sektor pertahanan juga menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi tim.
Pada Piala Dunia 2022, termasuk saat bermain imbang 3-3 melawan Prancis di partai final sebelum menang melalui adu penalti, lini belakang Argentina beberapa kali menunjukkan kerentanan yang dapat dimanfaatkan lawan. Negara unggulan lain seperti Spanyol, Prancis, dan Brasil diperkirakan menjadi pesaing utama.
Jika berhasil mempertahankan trofi, Argentina akan menjadi negara ketiga yang mampu menjuarai Piala Dunia secara beruntun setelah Italia pada 1934 dan 1938 serta Brasil pada 1958 dan 1962. Pencapaian tersebut akan menjadi yang pertama dilakukan di luar kawasan Amerika Selatan.
Pada fase grup Piala Dunia 2026, Argentina tergabung di Grup J bersama Aljazair, Austria, dan Yordania. Secara teori, grup tersebut dinilai cukup menguntungkan bagi sang juara bertahan.
Di lini depan, Argentina masih mengandalkan ketajaman Lautaro Martinez dan Julian Alvarez. Sementara di lini tengah, Messi akan tetap menjadi pusat kreativitas permainan apabila berada dalam kondisi fit.
Dukungan juga datang dari gelandang berpengalaman seperti Rodrigo De Paul, Alexis Mac Allister, serta Enzo Fernandez. Di bawah mistar gawang, Argentina masih memiliki Emiliano Martinez yang didukung barisan bek seperti Cristian Romero, Nicolas Otamendi, Lisandro Martinez, dan Nahuel Molina.
Meski sempat mendapat kritik karena minim menghadapi lawan elite dalam beberapa tahun terakhir, Scaloni tetap tenang. Rekam jejaknya bersama Argentina menghasilkan satu gelar Piala Dunia, dua trofi Copa America, dan satu gelar Finalissima.
Pesan Scaloni kepada para pemainnya pun sederhana namun tegas, bahwa keberhasilan di Qatar sudah menjadi bagian dari masa lalu.
"Piala Dunia yang kami menangkan sudah berlalu," ujarnya.
Kini, Argentina berusaha membuktikan bahwa keberhasilan empat tahun lalu bukanlah puncak perjalanan, melainkan awal dari era dominasi baru di panggung sepak bola dunia.