Arne Slot Evaluasi Kegagalan Liverpool Finis Kelima Premier League

Arne Slot Evaluasi Kegagalan Liverpool Finis Kelima Premier League

Manajer Liverpool Arne Slot mengakui keputusan taktisnya sepanjang musim kompetisi tidak berjalan sempurna setelah timnya dipastikan finis di peringkat kelima klasemen akhir Premier League, seperti dilansir dari Suara.

Hasil imbang 1-1 saat menjamu Brentford di Stadion Anfield menjadi laga penutup musim yang diwarnai perpisahan pahit Mohamed Salah serta Andy Robertson, sekaligus memastikan kegagalan klub mempertahankan mahkota juara.

Keterpurukan performa tim asal Merseyside tersebut dipicu oleh kebijakan Slot mencadangkan Salah pada November dan Desember, yang berujung pada sembilan kekalahan dari 12 pertandingan di periode krusial.

Hubungan yang retak membuat Salah melayangkan kritik terbuka hingga menerima sanksi internal, yang kemudian mempercepat kesepakatan kepindahan sang penyerang pada bursa transfer musim panas meski kontraknya tersisa satu tahun.

Kondisi internal diperparah oleh runtuhnya psikologis skuad setelah tragedi kecelakaan mobil yang merenggut nyawa Diogo Jota sebelum kompetisi dimulai, disusul krisis fisik pertahanan dan penjaga gawang.

Pemain rekor transfer Alexander Isak harus absen dalam 28 pertandingan, disusul Alisson Becker yang melewatkan 20 laga, Conor Bradley absen 32 laga, serta absennya Jeremie Frimpong, Wataru Endo, dan bek baru Giovani Leoni.

"Bukan apa yang saya inginkan untuk kami capai musim ini sebelum kami memulainya, tetapi dengan mempertimbangkan segalanya, apa yang terjadi pada kami musim ini, saya senang kami lolos ke Liga Champions," ujar Arne Slot, Manajer Liverpool.

Pelatih asal Belanda tersebut menyadari bahwa kinerjanya sebagai juru taktik kini mendapatkan sorotan tajam dan kritik dari publik sepak bola.

"Kami, saya, belum sempurna, tetapi saya akan menjawab pertanyaan ini dengan cara yang persis sama di tahun kami memenangkan liga karena sebagai seorang manajer Anda tidak pernah bisa sempurna, seorang pemain tidak pernah bisa sempurna," tambah Arne Slot, Manajer Liverpool.

Mantan pelatih Feyenoord itu menyebutkan bahwa dinamika di dalam lapangan pertandingan sangat sulit diprediksi oleh tim kepelatihan.

"Namun semua keputusan yang saya buat sepanjang musim hanya dengan satu pemikiran, dan itu adalah persiapan yang sangat matang," tegas Arne Slot, Manajer Liverpool.

Ia juga membantah spekulasi yang menyatakan bahwa dirinya secara sengaja mengambil langkah keliru dalam penentuan strategi tim.

"Tidak setiap keputusan bisa menjadi keputusan yang tepat, jadi bodoh bagi saya untuk duduk di sini dan mengatakan semua keputusan yang saya buat adalah keputusan yang tepat," akunya Arne Slot, Manajer Liverpool.

Keterbatasan pilihan pemain akibat badai cedera memaksa timnya untuk bermain di luar rencana utama yang telah dipersiapkan.

"Namun sebelum saya membuatnya, setiap kali rasanya itu adalah keputusan yang tepat untuk diambil. Tetapi seringkali saya bahkan tidak perlu membuat keputusan atau pilihan," jelas Arne Slot, Manajer Liverpool.

Krisis kesehatan pemain yang menimpa pilar-pilar penting sepanjang musim dinilai menjadi faktor terbesar dalam kegagalan meraih target.

"Jika Anda meminta saya satu kata untuk menggambarkan musim ini, saya akan menggambarkannya dengan kata 'cedera'," tutur Arne Slot, Manajer Liverpool.

Di kubu tim tamu, Brentford berhasil mengunci posisi kesembilan pada klasemen akhir kompetisi musim ini setelah menahan imbang tuan rumah.

"Ini menunjukkan bahwa kami adalah klub sepak bola yang baik," kata Keith Andrews, Pelatih Brentford.

Ia mengingatkan bahwa persaingan ketat di papan atas kasta tertinggi sepak bola Inggris bukanlah pencapaian yang mudah dipertahankan.

"Finis di paruh atas tidak boleh dianggap remeh, Anda bisa bertanya kepada banyak klub yang tersebar di Championship yang mungkin terlalu tinggi berekspektasi," cetus Keith Andrews, Pelatih Brentford.

Hasil impresif dalam dua musim beruntun di papan tengah atas menjadi modal krusial bagi masa depan manajemen klub.

"Fakta bahwa kami mampu melakukannya dua tahun berturut-turut adalah sesuatu yang sangat spesial," pungkas Keith Andrews, Pelatih Brentford.

Pada pertandingan pamungkas tersebut, Mohamed Salah sempat mengirimkan umpan matang untuk gol yang dicetak oleh Curtis Jones.

Namun, keunggulan skuad asuhan Slot langsung buyar enam menit berselang setelah Kevin Schade membobol gawang Liverpool melalui sundulan, yang sekaligus melempar klub ke kompetisi kasta kedua Eropa musim depan.

Artikel terkait

Rekomendasi