Graham Arnold Soroti Ketidakadilan Tuan Rumah Kualifikasi Piala Dunia 2026

Graham Arnold Soroti Ketidakadilan Tuan Rumah Kualifikasi Piala Dunia 2026

Pelatih Timnas Irak Graham Arnold mengkritik keras penetapan tuan rumah putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia yang dinilai tidak adil dan merugikan negara peserta di Grup B pada Oktober 2025 lalu. Penunjukan Arab Saudi sebagai penyelenggara grup dianggap menyimpang dari kesepakatan awal mengenai lokasi netral.

Kritik tersebut disampaikan Arnold melalui siniar The Howie Games yang dilansir dari Bola. Mantan pelatih Australia tersebut menyoroti adanya kejanggalan dalam penentuan lokasi pertandingan yang melibatkan Irak, Indonesia, dan Arab Saudi di Grup B.

"Ketika saya menghadiri undian di awal kampanye bersama Australia, kami diberi tahu bahwa playoff akan diadakan di tempat netral," ungkap Arnold.

Berdasarkan peringkat FIFA per 13 Juni 2025, Qatar menempati posisi 53, Irak 57, dan Arab Saudi 58. Sesuai regulasi AFC yang menetapkan dua tim peringkat tertinggi sebagai tuan rumah, seharusnya Qatar dan Irak yang berhak menyelenggarakan pertandingan tersebut.

"Saya pikir itu bagus, kami akan menjadi tuan rumah, karena Qatar berada di peringkat 53, Irak 57, dan Arab Saudi 58. Namun entah bagaimana, Arab Saudi justru menjadi tuan rumah grup tersebut," tutur Arnold.

Arnold menilai keputusan tersebut memberikan keuntungan signifikan bagi Arab Saudi karena memiliki waktu istirahat yang lebih panjang. Sebaliknya, Timnas Indonesia disebut sebagai pihak yang paling dirugikan karena jadwal kedatangan pemain yang mepet dengan hari pertandingan pada Rabu, 8 Oktober 2025.

"Saya merasa sangat kasihan kepada Indonesia di grup kami karena situasi playoff itu benar-benar tidak adil. Mereka harus bermain di Arab Saudi dan Qatar," ucap Arnold.

Irak sendiri berhasil mengalahkan Indonesia pada pertandingan hari Sabtu di grup tersebut. Namun, Arnold merasa perbedaan waktu pemulihan fisik antar tim sangat mencolok akibat pengaturan jadwal dan lokasi tersebut.

"Sementara itu, kami bermain melawan Indonesia pada Sabtu dan mengalahkan mereka. Di sisi lain, Arab Saudi memiliki waktu istirahat enam atau tujuh hari, sedangkan kami harus menghadapi mereka hanya dua atau tiga hari setelah pertandingan kami melawan Indonesia," jelas Arnold.

Hasil akhir putaran keempat memastikan Arab Saudi lolos otomatis ke Piala Dunia 2026 sebagai juara Grup B. Irak yang menempati peringkat kedua akhirnya menyusul sebagai peserta ke-48 setelah menundukkan Bolivia 2-1 pada laga final playoff antarkonfederasi.

Artikel terkait

Rekomendasi