Pemuncak klasemen Liga Inggris, Arsenal, menjamu wakil Spanyol Atletico Madrid dalam pertandingan leg kedua semifinal Liga Champions UEFA di Stadion Emirates, London, pada Selasa, 5 Mei 2026. Tuan rumah unggul sementara lewat gol Bukayo Saka pada babak pertama setelah kedua tim bermain imbang 1-1 pada leg pertama di Madrid.
Hasil imbang pada pertemuan sebelumnya di Stadion Metropolitano pekan lalu membuat kedua tim memiliki peluang yang sama besar untuk melaju ke babak final. Dilansir dari Al Jazeera, gol pembuka dari Saka memberikan keunggulan krusial bagi tim asuhan Mikel Arteta di hadapan pendukung sendiri.
Sorotan dalam laga ini tertuju pada pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, yang dikenal dengan aksi energiknya di pinggir lapangan. Pada leg pertama, Simeone sempat memprotes wasit Danny Makkelie saat peninjauan VAR terkait insiden jatuhnya Eberechi Eze akibat tantangan David Hancko di menit ke-80.
"I thought the behaviour of Diego Simeone and his assistants when the referee was trying to come over and look at the monitor was atrocious," kata Steve McManaman, Mantan gelandang Liverpool, Real Madrid, dan Inggris.
Komentar tersebut merujuk pada upaya Simeone menarik perhatian wasit dengan meniru sinyal layar TV saat pengecekan VAR berlangsung. Meskipun Atletico tampil lebih terbuka dibandingkan gaya bertahan mereka di masa lalu, intensitas Simeone tetap menjadi ciri khas klub selama 15 tahun kepemimpinannya.
Simeone juga menanggapi pertanyaan terkait alasan timnya mengganti hotel di London dibandingkan saat mereka kalah 4-0 di fase liga pada Oktober lalu. Keputusan tersebut menurutnya diambil berdasarkan pertimbangan performa dan biaya.
"We’re better now than we were in October. And the hotel was cheaper. That’s why we changed," ujar Diego Simeone, Pelatih Atletico Madrid.
Rekam jejak Simeone di Liga Champions memang penuh dengan emosi, termasuk saat kalah di final 2014 melawan Real Madrid. Kala itu, ia terlibat perselisihan dengan pemain lawan, Raphael Varane, setelah gol keempat Cristiano Ronaldo di babak perpanjangan waktu.
"Varane provoked me by kicking the ball at me," terang Diego Simeone, Pelatih Atletico Madrid.
Setelah insiden tersebut, pelatih berusia 56 tahun itu mengakui bahwa dirinya melakukan kesalahan karena terpancing emosi oleh tindakan pemain muda tersebut.
"Us older guys don’t like people doing that kind of thing to us. I also made a mistake with my reaction. He’s a young guy with a bright future," lanjut Diego Simeone, Pelatih Atletico Madrid.
Kejadian serupa terjadi tiga bulan kemudian pada ajang Supercopa de Espana melawan tim yang sama. Simeone mendapatkan kartu merah dan hukuman larangan bertanding sebanyak delapan laga setelah melakukan protes berlebihan kepada perangkat pertandingan.