Gelar juara Premier League 2025/2026 yang diraih Arsenal pada akhir pekan lalu langsung menjadi modal motivasi besar bagi manajer Mikel Arteta untuk menghadapi Paris Saint-Germain di babak final Liga Champions yang akan berlangsung di Budapest.
Kesuksesan mengangkat trofi kompetisi domestik tersebut sekaligus mengakhiri masa penantian panjang klub asal London itu selama 22 tahun untuk kembali merajai Liga Inggris. Guna mengejar target gelar ganda, persiapan skuad The Gunners dipastikan segera dimulai demi mengamankan trofi tertinggi di benua Eropa untuk pertama kalinya sepanjang sejarah klub.
Manajer Arsenal, Mikel Arteta menyatakan bahwa momentum positif setelah menjuarai liga domestik harus dipertahankan sepenuhnya oleh para pemain menuju pertandingan final di Budapest.
"Kami harus membiarkan energi itu terus mengalir. Saya pikir akan menjadi kesalahan besar jika melawannya," kata Arteta seperti dilansir Goal.
Arteta juga menambahkan bahwa seluruh elemen tim telah mendiskusikan strategi pemanfaatan energi besar tersebut dan langsung menggelar persiapan intensif untuk menghadapi Paris Saint-Germain.
"Kami sudah membicarakan apa yang harus dilakukan di Budapest, bagaimana kami akan menggunakan semua energi luar biasa yang kami miliki menuju final itu. Besok kami akan mulai mempersiapkannya," sambung Arteta.
Peluang mengukir sejarah baru di kompetisi Eropa ini dinilai menjadi kesempatan langka bagi generasi skuad Arsenal saat ini untuk mengabadikan nama mereka.
"Dan kami tidak sabar untuk menulis babak baru dalam sejarah klub kami dan mengangkat trofi Liga Champions," ujar Arteta.
Status sebagai jawara baru di Inggris dipandang telah mengubah mentalitas serta memberikan kepercayaan diri yang jauh lebih tinggi bagi anak-anak asuhnya saat mengenakan seragam klub.
"Saya mengatakan kepada para pemain bahwa jersey ini sekarang merepresentasikan sesuatu yang berbeda. Kami adalah juara, dan itu membawa banyak kepercayaan diri, kehadiran yang berbeda, dan energi yang berbeda."
Kendati mendapatkan suntikan motivasi dan aura baru di dalam tim, Arteta juga mengingatkan adanya beban tersendiri yang harus diemban oleh skuadnya.
"Tapi juga membawa tanggung jawab baru," kata Arteta.
Jika berhasil menundukkan Paris Saint-Germain di partai puncak nanti, pencapaian ini akan menjadi prestasi terbesar dalam era kepelatihan pria asal Spanyol tersebut setelah sebelumnya mempersembahkan trofi FA Cup pada musim perdana kepemimpinannya tahun 2020.