Arsenal kini berada di ambang sejarah besar untuk menyabet dua gelar sekaligus pada musim 2025-2026. Perjalanan The Gunners yang sempat diragukan kini berbalik menjadi peluang emas setelah mengamankan tiket final Liga Champions.
Dilansir dari Bola, keberhasilan menembus partai puncak kompetisi tertinggi Eropa ini sekaligus menghapus penantian panjang selama 20 tahun. Skuad asuhan Mikel Arteta memastikan langkah tersebut setelah mendepak Atletico Madrid di fase semifinal.
Pertandingan leg kedua yang berlangsung di Stadion Emirates pada Selasa, 5 Mei 2026, berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan tuan rumah. Gol tunggal Bukayo Saka memastikan keunggulan agregat 2-1 bagi klub asal London Utara tersebut.
Dominasi Arsenal tidak hanya terlihat di pentas Eropa, tetapi juga di kancah domestik. Momentum perebutan takhta Premier League kini sepenuhnya berada dalam kendali Arsenal setelah rival terberat mereka, Manchester City, gagal meraih poin penuh saat bertamu ke markas Everton pada Senin, 4 Mei 2026.
Situasi ini membuat The Gunners hanya perlu menyapu bersih tiga pertandingan sisa dengan kemenangan untuk mengunci gelar juara liga. Jika berhasil, Arsenal akan mencatatkan sejarah manis dengan memenangkan Liga Inggris dan Liga Champions di musim yang sama.
"Arsenal telah menjadi bahan ejekan dalam beberapa minggu terakhir setelah kekalahan dari Manchester City dan Bournemouth."
"Namun, minggu ini sungguh luar biasa bagi mereka. Gelar Premier League di tangan mereka dan sekarang melaju ke final Liga Champions."
"Gelar ganda benar-benar ada di depan mata," tulis BBC dalam ulasan langsung pertandingan Arsenal vs Atletico Madrid.
Langkah gemilang musim ini dibarengi dengan pemecahan berbagai rekor internal klub. Arsenal kini menyamai catatan kemenangan terbanyak dalam satu musim dengan total 41 kemenangan di seluruh kompetisi, menyamai pencapaian musim 1970-1971.
Sektor pertahanan menjadi kunci kekuatan tim dengan raihan 30 clean sheet sepanjang musim. Angka ini merupakan yang tertinggi bagi klub sejak periode 1993-1994, sekaligus menyamai dominasi pertahanan tim Premier League dalam beberapa tahun terakhir.
Di ajang Liga Champions, Viktor Gyokeres dan kolega mencatatkan rekor 14 pertandingan beruntun tanpa kekalahan. Statistik ini melampaui rekor sebelumnya yang tercipta pada kurun waktu Maret 2005 hingga April 2006.
Kebanggaan Mikel Arteta
Mikel Arteta juga menorehkan catatan pribadi sebagai pelatih termuda kedua yang membawa Arsenal ke final kompetisi Eropa. Pada partai final nanti, Arteta akan berusia 44 tahun 65 hari, hanya terpaut dari rekor Terry Neill di tahun 1980.
Keberhasilan ini disambut haru oleh sang manajer yang memuji energi luar biasa dari para pendukung di stadion. Atmosfer unik di Emirates Stadium dianggap menjadi faktor krusial yang membangkitkan semangat juang para pemain di lapangan.
"Ini malam yang luar biasa. Kita kembali membuat sejarah bersama," ujar Mikel Arteta.
"Saya sangat bahagia dan bangga dengan semua orang yang terlibat di klub ini. Suasana di luar stadion sangat istimewa dan unik."
"Atmosfer yang diciptakan para pendukung, energinya, membuat malam ini istimewa. Saya belum pernah merasakan hal seperti itu di dalam stadion."
"Kami telah memberikan segalanya. Para pemain melakukan pekerjaan yang luar biasa. Setelah 20 tahun, dan untuk kedua kalinya dalam sejarah kami, kami kembali ke final Liga Champions," tutur Arteta.
Laga final Liga Champions musim 2025-2026 dijadwalkan akan berlangsung di Puskas Arena, Budapest, Hungaria. Arsenal kini memusatkan fokus sepenuhnya untuk menuntaskan ambisi meraih dua trofi bergengsi tersebut.