Arsenal kembali menelan pil pahit di partai puncak kompetisi antarklub Eropa. Klub berjuluk The Gunners tersebut harus merelakan gelar juara setelah kalah dari Paris Saint-Germain (PSG) pada laga Final Liga Champions 2025/2026, dikutip dari Detik Sport.
Bertanding di Puskas Arena pada Sabtu (30/5/2026) malam WIB, Arsenal sebenarnya mampu memimpin kedudukan terlebih dahulu melalui gol yang dicetak oleh Kai Havertz ketika pertandingan baru berjalan enam menit. Namun, PSG berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-61 lewat eksekusi penalti Ousmane Dembele.
Skor imbang 1-1 bertahan hingga waktu normal 90 menit berakhir dan tetap tidak berubah setelah melalui babak perpanjangan waktu 2x15 menit. Laga kemudian dilanjutkan ke babak adu penalti, yang berakhir dengan kekalahan Arsenal 3-4 setelah tendangan Gabriel Magalhaes sebagai eksekutor kelima melambung di atas gawang.
Kekalahan ini membuat Arsenal kembali gagal membawa pulang trofi Liga Champions untuk pertama kalinya sepanjang sejarah klub. Momen ini menjadi kali kedua bagi Arsenal menelan kekalahan di final Liga Champions, setelah kegagalan pertama mereka pada tahun 2006 saat ditundukkan oleh Barcelona.
Hasil minor tersebut sekaligus memperpanjang rekor buruk Arsenal ketika berlaga di final kompetisi Eropa. Sepanjang sejarah berdirinya klub, Arsenal tercatat selalu mengalami kekalahan dalam lima kesempatan final Eropa yang berhasil mereka capai.
Sebelum ditekuk PSG, Arsenal terakhir kali menembus final Eropa pada musim 2018/2019 di ajang Liga Europa, namun kalah telak 1-4 dari Chelsea. Catatan kegagalan lain terjadi saat kalah dari Barcelona, tumbang lewat adu penalti melawan Galatasaray di final Piala UEFA 2000, serta kalah 1-2 dari Real Zaragoza pada Piala Winners 1995.
Rekor Negatif di Benua Biru
Arsenal kini menorehkan rekor sebagai tim pertama di kompetisi Eropa yang mampu menembus babak final minimal dua kali, tetapi seluruhnya berakhir dengan kekalahan.
"Kami sudah 22 tahun tidak lolos ke final Liga Champions, jadi bayangkan saja ini adalah kali kedua sepanjang sejarah kami bisa ke sana, dan kami harus mengapresiasi musim ini. Tapi untuk saat ini, tidak ada satu pun yang bisa menghapus rasa sakit ini," ujar manajer Arsenal Mikel Arteta seperti dikutip BBC Sport.