Kegagalan mengesekusi penalti oleh Gabriel Magalhaes dan Eberechi Eze memastikan Arsenal kalah dari Paris Saint-Germain dalam babak adu penalti pada pertandingan final Liga Champions yang berlangsung Sabtu malam, 30 Mei 2026.
Klub asal London Utara tersebut kembali menempati posisi kedua untuk kedua kalinya dalam sejarah kompetisi, tepat 20 tahun setelah kekalahan perdana mereka di final Liga Champions tahun 2006 silam.
Strategi bertahan total yang diterapkan oleh manajer Arsenal, Mikel Arteta, gagal meredam dominasi penguasaan bola Paris Saint-Germain (PSG) yang tercatat mencapai angka 64 persen menurut data UEFA, atau sebesar 75,3 persen berdasarkan statistik Opta.
Skuad berjuluk The Gunners tersebut sebenarnya sempat unggul cepat melalui gol penyerang Kai Havertz pada menit keenam, tetapi mereka gagal melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran ke gawang lawan selama 114 menit sisa pertandingan berjalan.
Keunggulan Arsenal bertahan selama 59 menit sebelum bek kanan ketiga, Cristhian Mosquera, melakukan pelanggaran terhadap Khvicha Kvaratskhelia di dalam kotak terlarang yang membuahkan hadiah penalti untuk menyamakan kedudukan bagi PSG.
Pendekatan defensif Arsenal juga berdampak pada minimnya kontribusi lini serang, di mana kapten Martin Odegaard tercatat hanya melakukan 12 kali sentuhan terhadap bola sebelum akhirnya ditarik keluar lapangan pada menit ke-65.
Selama waktu normal hingga babak perpanjangan waktu, para pemain Arsenal tercatat melepaskan 199 operan sukses berbanding terbalik dengan PSG yang mendominasi lewat catatan 837 operan sepanjang laga bergulir.
Meskipun demikian, Arsenal menyelesaikan kampanye Liga Champions musim ini dengan catatan tidak terkalahkan dalam waktu normal 90 menit maupun babak perpanjangan waktu 120 menit di seluruh pertandingan yang mereka jalani.
Pada babak adu penalti, penjaga gawang Arsenal David Raya sempat menepis tendangan Nuno Mendes, namun eksekusi Eze yang melebar serta sepakan Gabriel yang melambung memastikan trofi juara jatuh ke tangan raksasa Prancis.
Yel-yel legendaris pendukung Arsenal yang merujuk pada kemenangan satu kosong atas PSG pada fase grup musim ini akhirnya harus berakhir dengan kegagalan setelah dua penendang mereka meleset dalam sepuluh kesempatan penalti.