Arsenal Gagal Juara Liga Champions Setelah Kalah Adu Penalti dari PSG

Arsenal Gagal Juara Liga Champions Setelah Kalah Adu Penalti dari PSG

Impian Arsenal untuk meraih trofi Liga Champions pertama mereka kembali kandas setelah kalah dramatis 3-4 melalui adu penalti melawan Paris Saint-Germain (PSG) dalam partai final di Budapest yang berakhir imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu.

Klub London Utara tersebut sebenarnya memimpin lebih dulu lewat gol cepat Kai Havertz pada menit keenam setelah memanfaatkan taktik Mikel Arteta yang berhasil meredam agresivitas juara Prancis tersebut.

Kendati demikian, PSG mampu menyamakan kedudukan pada babak kedua melalui eksekusi penalti Ousmane Dembele setelah bek Arsenal, Cristian Mosquera, melakukan pelanggaran terhadap Khvicha Kvaratskhelia di dalam kotak terlarang.

Pertandingan berlanjut hingga adu penalti di depan tribune suporter PSG, di mana Viktor Gyokeres sukses mengeksekusi penalti pertama Arsenal sebelum Eberechi Eze gagal mencetak gol karena sepakannya melebar walau kiper Matvey Safonov salah menebak arah.

Kiper Arsenal David Raya sempat membuka harapan dengan menggagalkan tendangan Nuno Mendes, namun Gabriel Magalhaes yang menjadi penendang terakhir justru melambungkan bola di atas mistar gawang untuk memastikan kemenangan skuad asuhan Luis Enrique.

Kekalahan ini membuat Arsenal memperpanjang rekor sebagai tim dengan jumlah pertandingan terbanyak dalam sejarah Liga Champions yang belum pernah mengangkat trofi, yakni sebanyak 226 pertandingan.

Arsenal tercatat hanya mencatatkan rata-rata penguasaan bola sebesar 24,7 persen, yang menjadi rekor terendah bagi sebuah tim di final Liga Champions sejak musim 2003-2004 sekaligus menjadi yang terendah di bawah asuhan Arteta dengan 11 pemain di lapangan.

Mantan bintang Arsenal Jack Wilshere menyatakan keyakinannya bahwa klub tidak akan membutuhkan waktu lama lagi untuk kembali mencapai partai puncak di bawah kepemimpinan manajer saat ini.

"It will take a while to get over, but I’m pretty sure it’s not going to take another 20 years to get to another final with Mikel in charge. I fancied us [Arsenal] for penalties but it’s a hard one to take." kata Jack Wilshere kepada media.

Kritik keras datang dari pengamat sepak bola Steven Gerrard yang menyoroti pendekatan lambat dan gaya melangkah tersendat yang dilakukan Eberechi Eze saat mengeksekusi penalti.

"Penalties are hard enough. Think about the magnitude of the game, the stadium, the atmosphere, it’s hard enough without any of that nonsense. Put your foot through it, back your technique.” tegas Steven Gerrard saat berbicara di saluran TNT Sports.

Gelandang Arsenal Declan Rice tetap membela pendekatan taktis yang diterapkan timnya dan mencoba mengambil sisi positif dari pencapaian panjang klub sepanjang musim ini.

"It's gutting, it's devastating to lose a Champions League final on penalties." kata Declan Rice kepada TNT Sports.

Rice menambahkan bahwa seluruh anggota tim tetap memberikan dukungan penuh kepada Eze dan Gabriel yang sedang mengalami masa sulit akibat kegagalan penalti tersebut.

"We've tried to take a lot of perspective on how far we've come as a group. We've had an incredible season. We've given it absolutely everything – we took the game to penalties. It's a lottery. You either win on pens or lose on pens; some of the best teams ever have lost on penalties in finals." sambung Declan Rice.

Pemain tim nasional Inggris tersebut menegaskan bahwa performa konsisten kedua rekannya merupakan faktor kunci yang membawa Arsenal berhasil menjuarai Liga Primer musim ini.

"It's sad to see the season end with that but we win together and lose together. What a season, it's been incredible. I'm obviously gutted but I'm trying to take a bit of perspective, from where we started at last July to where we are now, it's been an incredible journey this season, so we'll be back." ujar Declan Rice.

Rice menilai strategi bertahan yang mereka terapkan sangat penting untuk mencegah PSG mencetak banyak gol seperti yang biasa mereka lakukan terhadap tim lain.

"They're devastated, to miss a penalty in the Champions League final isn't nice." tambah Declan Rice.

Menurutnya, kekalahan tipis ini akan menjadi motivasi tambahan bagi skuad The Gunners untuk terus berkembang dan mengejar target besar di masa mendatang.

"But we're with them, we love them. It happens in football. They're not going to be the last players to miss penalties in finals and without them two this season, we wouldn't have won the Premier League, I'm sure. It happens, it's cruel, but we take the positives and keep going." jelas Declan Rice.

Pujian juga mengalir dari kapten Arsenal Martin Odegaard kepada kapten PSG Marquinhos yang langsung menghampiri serta menghibur Gabriel Magalhaes di saat para pemain Les Parisiens merayakan kemenangan mereka.

"Against PSG you need to be mentally on it. I'm sure a lot of people will have wanted a game like how Bayern Munich played against them, but if we' d have gone out there and played like that, that's what they want and how they score five or six." papar Declan Rice.

Odegaard menilai tindakan yang ditunjukkan oleh bek veteran asal Brasil tersebut mencerminkan sikap seorang pria sejati yang menaruh rasa hormat tinggi di dalam lapangan sepak bola.

"I think as the game went on we really grew and had some chances and nullified them. But credit to them – they've lost loads over the years and now it's their time. Small losses, and that's what we've got, now we have to keep pushing and try for something big." tutur Declan Rice.

Pemain tengah asal Norwegia tersebut menganggap Marquinhos mampu berempati karena sang pemain telah melewati berbagai dinamika kompetisi elit Eropa selama bertahun-tahun.

"He's a gentleman. He's probably one of the most experienced players currently active," ucap Martin Odegaard seperti dilansir dari Goal.

Hingga saat ini, Arsenal tercatat belum menjadwalkan agenda resmi berikutnya setelah penutupan musim kompetisi Eropa.

"He has already experienced both sides of a final like this, and he knows what we are going through right now." imbuh Martin Odegaard.

Sikap suportif dari rekan satu tim juga diperlihatkan kembali oleh Rice yang meminta semua pihak tidak menyalahkan para eksekutor penalti yang gagal.

"Devastated. Missing a penalty in a Champions League final isn't nice. But we love them. Look, that happens in football. They aren't going to be the last players to miss a penalty in the finals. Everyone has missed a penalty. Without the two of them this season, we wouldn't have won the Premier League. It's cruel, but we take the positives." pungkas Declan Rice.

Artikel terkait

Rekomendasi