Klub sepak bola Inggris Arsenal gagal meraih gelar juara Liga Champions 2025/2026 setelah ditundukkan oleh Paris Saint-Germain (PSG) lewat adu penalti di Puskás Aréna, Budapest, pada Minggu (31/5/2026) dinihari WIB.
Pertandingan final tersebut terpaksa berlanjut hingga babak tos-tosan setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu selesai, seperti dilansir dari Suara.
Skuat asuhan Mikel Arteta sebenarnya sempat memimpin jalannya laga terlebih dahulu melalui gol cepat yang dicetak oleh Kai Havertz ketika pertandingan baru berjalan enam menit.
Kendati demikian, PSG mampu bangkit pada paruh kedua dan menyamakan kedudukan lewat eksekusi penalti Ousmane Dembélé di menit ke-65 sebelum akhirnya mengunci kemenangan 4-3 pada sesi adu penalti.
Hasil krusial di kota Budapest ini sekaligus membuat PSG kini sukses mengoleksi dua trofi Liga Champions, sementara Arsenal tercatat masih belum mampu memenangkan kompetisi tertinggi antarklub Eropa tersebut untuk pertama kalinya.
Menanggapi hasil minor yang diterima timnya, gelandang Arsenal Declan Rice memberikan pandangannya mengenai drama adu penalti yang baru saja mereka lalui.
"Ini seperti lotere. Beberapa tim terbaik sepanjang sejarah juga pernah kalah lewat adu penalti di final, dan kali ini kami yang merasakannya," kata Rice kepada TNT Sport.
Pemain tim nasional Inggris tersebut menegaskan bahwa seluruh anggota tim akan tetap solid dan saling memberikan dukungan penuh setelah kekalahan melelahkan ini.
"Kami menang dan kalah bersama. Saya sangat bangga dengan para pemain ini," tambah Rice.
Kekalahan di kompetisi Eropa ini terjadi hanya berselang sepekan setelah Arsenal berhasil menyudahi puasa gelar domestik dengan menjuarai Liga Inggris untuk pertama kali dalam 22 tahun terakhir sejak pencapaian tidak terkalahkan mereka pada 2004 silam.
"Musim yang luar biasa! Saya sangat kecewa, tetapi saya juga mencoba melihat semuanya secara lebih utuh, mengingat dari mana kami memulai perjalanan ini pada Juli lalu dan di mana posisi kami sekarang. Kami akan kembali," kata Rice.
Pemain yang sebelumnya pernah mengangkat trofi Liga Conference saat masih berseragam West Ham United itu juga pasang badan terkait kegagalan eksekusi penalti dua rekan setimnya, Eberechi Eze dan Gabriel.
"Kami mencintai mereka dan kami selalu mendukung mereka. Hal seperti ini memang terjadi dalam sepak bola. Mereka bukan pemain pertama dan juga bukan yang terakhir yang gagal mengeksekusi penalti di final. Tanpa mereka berdua, kami juga tidak akan memenangkan Liga Inggris," kata Rice.