Klub asal Inggris Arsenal bersiap menghadapi juara bertahan Paris Saint-Germain dalam pertandingan final Liga Champions musim 2025/2026 di Puskas Arena, Budapest, pada Sabtu (30/5/2026) malam WIB.
Tim asuhan Mikel Arteta tersebut melangkah ke partai puncak dengan modal rekor tidak terkalahkan dalam 14 pertandingan, yang terdiri dari 11 kemenangan dan tiga hasil imbang. Pertemuan ini sekaligus menjadi momentum bagi Arsenal setelah pada musim lalu disingkirkan oleh lawan yang sama di babak semifinal dengan agregat skor 1-3.
Kapten Arsenal Martin Odegaard menyatakan kesiapan penuh dari seluruh elemen timnya menjelang laga krusial ini.
"I feel extremely good, I feel very excited. The mood and the energy in the team is at the highest level, so we just need to bring that into the final, be ready for it, and go crazy," kata Odegaard seperti dikabarkan oleh situs UEFA yang dikutip dari detikSport.
Optimisme serupa juga disampaikan oleh mantan manajer legendaris Arsenal Arsene Wenger yang menyoroti kekuatan pertahanan mantan timnya tersebut.
"Their main strength is the capacity to keep clean sheets and in a final, that is so important. Your moment will come in the game and when it happens, you have to be lethal, and quality players can make that happen. Arsenal can always be dangerous at any time," kata Wenger seperti dikabarkan situs UEFA dilansir dari detikSport.
Wenger kemudian memberikan analisisnya mengenai kekuatan Paris Saint-Germain yang dinilainya mengalami perubahan performa dibandingkan dengan musim sebelumnya.
"They are a great team with exceptional players and huge potential. They can turn up and beat you. But somehow, I feel they are not at the exact same level of consistency as last year," kata Wenger dikutip dari detikSport.
Paris Saint-Germain sendiri mencatatkan diri sebagai tim paling produktif di kompetisi ini dengan torehan rekor 44 gol dari 14 laga. Tim perwakilan Prancis tersebut juga mendapatkan suntikan kekuatan setelah kondisi penyerang bintang mereka, Ousmane Dembele, membaik dari kendala kebugaran saat sesi latihan.
Pertandingan final ini memuat misi sejarah bagi kedua kesebelasan, di mana Arsenal memburu trofi Liga Champions pertama mereka, sedangkan Paris Saint-Germain bertekad mempertahankan gelar juara secara berturut-turut.