Arsenal Juara Liga Inggris Usai Penantian Dua Dekade

Arsenal Juara Liga Inggris Usai Penantian Dua Dekade

Puasa gelar Liga Inggris selama lebih dari dua dekade akhirnya resmi tuntas. Fans Arsenal di seluruh dunia kini tengah bersukacita merayakan keberhasilan tim kesayangan mereka kembali merengkuh trofi Premier League.

Bagi para pendukung setia klub berjuluk The Gunners tersebut, momen ini bukan sekadar pesta juara biasa. Peristiwa ini menjadi kali pertama mereka bisa memamerkan kesuksesan Arsenal di berbagai media sosial modern.

Sebab, saat Arsenal menjuarai Liga Inggris pada musim 2003–2004 silam, dunia digital yang dikenal hari ini belum lahir sama sekali. Kala itu, skuad Thierry Henry dan kawan-kawan meraih predikat The Invincibles.

Gooners merayakan gelar juara pada masa itu tanpa bisa pamer di Instagram. Mereka juga tidak dapat menonton cuplikan video pertandingan di YouTube.Dikutip dari Tekno, terdapat deretan layanan internet yang belum eksis saat Arsenal terakhir kali juara Liga Inggris pada musim 2003/2004.

Saat Arsenal memastikan gelar juara liga di stadion White Hart Lane pada April 2004, Mark Zuckerberg baru saja merintis TheFacebook. Situs ini masih sangat eksklusif dan hanya bisa diakses oleh mahasiswa Universitas Harvard.

Belum ada halaman fanpage klub, grup diskusi suporter, atau fitur update status untuk merayakan kemenangan. Platform berbagi video YouTube juga baru diluncurkan pada tahun 2005, sehingga suporter tahun 2004 harus sabar menunggu siaran ulang di televisi.

Dunia sepak bola saat ini sangat bergantung pada kecepatan informasi di X yang dahulu bernama Twitter. Namun, platform tersebut baru lahir pada 2006, sehingga tidak ada tagar perayaan juara yang bisa memuncaki trending topic global.

Komunikasi antarsuporter juga masih terbatas karena WhatsApp baru dirilis pada 2009. Suporter zaman itu tidak bisa mengirim stiker ejekan atau membuat grup chat tongkrongan, melainkan harus lewat tatap muka, telepon rumah, atau SMS berbayar.

Instagram dengan segala filternya baru mengudara pada 2010. Para pemain dan suporter Arsenal kala itu hanya bisa mengabadikan momen dengan kamera digital saku atau kamera gulungan film, lalu mencetaknya di studio cuci cetak.

Keterbatasan Komunitas Online dan Browser Jadul

Komunitas online r/Gunners di Reddit saat ini menjadi salah satu tempat berkumpulnya jutaan penggemar Arsenal. Namun pada 2004, Reddit belum diciptakan, sehingga obrolan taktik Arsene Wenger atau gosip transfer dilakukan di forum web jadul atau ruang chat IRC.

Tren video pendek seperti TikTok juga belum pernah dirasakan oleh Gooners di era The Invincibles. Aplikasi ini baru merintis debutnya pada 2016 lewat nama Douyin di China sebelum dirilis secara global sebagai TikTok pada 2017.

Untuk hiburan musik, platform Spotify baru rilis pada 2008. Hiburan digital kala itu masih mengandalkan CD audio, kaset pita, atau mengunduh file MP3 yang memakan waktu berjam-jam.

Mencari berita terbaru tentang perayaan gelar juara Arsenal di internet tahun 2004 juga membutuhkan kesabaran ekstra. Browser andalan Google, Chrome, baru muncul pada tahun 2008, sehingga Gooners sebagian besar masih menggunakan Internet Explorer atau Mozilla Firefox versi awal.

Mobilisasi suporter luar kota saat parade juara juga harus mengandalkan peta kertas atau bertanya arah kepada warga lokal. Hal ini disebabkan karena Google Maps baru diperkenalkan setahun setelah perayaan Invincibles, tepatnya pada rilis 2005.

Artikel terkait