Arsenal Juara Premier League Usai Man City Imbang Lawan Bournemouth

Arsenal Juara Premier League Usai Man City Imbang Lawan Bournemouth

Klub asal London Utara, Arsenal, berhasil memastikan diri sebagai juara Premier League sekaligus mengakhiri masa penantian panjang selama 22 tahun. Kepastian tersebut diperoleh setelah sang rival, Manchester City, bermain imbang 1-1 saat menghadapi Bournemouth, seperti dikutip dari Suara.

Keberhasilan ini menjadi pembuktian bagi manajer Mikel Arteta yang sukses menjawab kritik publik setelah tiga musim berturut-turut hanya membawa tim finis di posisi runner-up. Trofi kompetisi sepak bola tertinggi di Inggris tersebut kini resmi kembali ke Emirates Stadium.

Perjalanan The Gunners menuju tangga juara ditopang oleh metode unik yang diterapkan oleh Mikel Arteta. Pelatih asal Spanyol tersebut sempat menyewa pencopet profesional demi melatih tingkat kewaspadaan para pemainnya di luar lapangan.

Mikel Arteta juga memutar lagu You’ll Never Walk Alone pada sesi latihan sebelum laga kontra Liverpool pada 2021, memelihara anjing tim bernama Win, hingga menyimpan pohon zaitun mini berusia 150 tahun di kantornya. Langkah ini diambil untuk menjaga mentalitas dan ketenangan skuad.

Di pusat latihan klub, sebuah siluet trofi Premier League berwarna hitam yang semula dipasang sebagai simbol mimpi kini akhirnya dinyalakan. Penanda visual tersebut menyala sebagai representasi keberhasilan nyata tim musim ini.

Kekuatan skuad Arsenal telah dirancang sejak bursa transfer musim panas lalu dengan menggelontorkan dana sekitar £250 juta atau setara Rp5,5 triliun untuk merekrut delapan pemain baru. Selain itu, sistem kasta di ruang ganti juga dihapus demi menciptakan persaingan yang sehat.

Kapten Martin Odegaard memegang peran penting dalam membangun kebersamaan tim dengan rutin mengajak rekan-rekannya seperti Kai Havertz, Leandro Trossard, hingga Ben White bermain golf bersama. Skuad juga kerap berkumpul di sauna serta bermain papan Parchis saat melakoni laga tandang Liga Champions.

Sisi spiritual juga menjadi elemen penguat tim dengan Eberechi Eze yang memimpin doa bersama menjelang pertandingan. Di lapangan, efektivitas bola mati menjadi senjata mematikan lewat torehan 36 gol dari situasi set-piece berkat arahan pelatih spesifik, Nicolas Jover.

Langkah Arsenal musim ini sempat menghadapi kendala setelah meraih hasil minor melawan Wolves dan menelan kekalahan dari Manchester City di Etihad Stadium. Kendati demikian, momentum kebangkitan tim dipicu oleh pernyataan Declan Rice di ruang ganti.

"Ini belum selesai," ucap Rice kepada rekan-rekannya usai kekalahan dari City seperti dilansir dari The Sun.

Setelah momen tersebut, performa Arsenal menjadi lebih konsisten hingga akhirnya sukses mengunci gelar juara liga. Catatan sejarah klub pada musim ini masih berpeluang bertambah andai mereka mampu menumbangkan PSG di partai final Liga Champions.

Artikel terkait