Kekalahan tragis Arsenal dari Paris Saint-Germain di partai puncak Liga Champions memicu simpati dari mantan kapten Chelsea, John Terry. Legenda lini belakang tersebut mengirimkan pesan penguat untuk bek The Gunners, Gabriel, yang gagal mengeksekusi penalti penentu.
Pertandingan final yang berlangsung di Puskas Arena, Budapest, pada Sabtu (30/5/2026) malam WIB, harus dituntaskan lewat drama adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu. Dilansir dari Detik Sport, klub London Utara tersebut akhirnya menyerah 3-4 dari PSG dalam sesi tos-tosan.
Gabriel maju sebagai penendang kelima yang krusial bagi Arsenal. Namun, bola hasil tembakan pemain bertahan asal Brasil itu melambung tinggi di atas mistar gawang, sehingga memastikan kemenangan bagi kubu lawan.
Kegagalan tersebut membangkitkan ingatan John Terry pada momen kelam yang pernah dialaminya sendiri. Pada final Liga Champions 2008, Terry berada di posisi serupa sebagai penendang kelima Chelsea yang berpotensi menyegel gelar juara, tetapi ia terpeleset dan bola membentur tiang gawang hingga membuat Manchester United keluar sebagai pemenang.
"Saya tahu rasanya jadi Gabriel, saya pernah di posisi itu. Percayalah, beberapa hari berikutnya rasanya tidak enak, Anda akan merasa lebih buruk," ujar Terry seperti dilansir Metro.
"Tapi semuanya beranjak dan Anda coba lagi musim depan. Saya doakan yang terbaik untuknya dan itu memang cara kalah yang berat dan gagal di penalti terakhir itu, seperti yang saya bilang saya pernah di posisi itu, saya pernah mengalaminya sendiri dan itu perasaan yang mengerikan."
"Saya doakan yang terbaik untuknya, dia sudah luar biasa musim ini dan saya harap dia mengerti seberapa bagus dirinya dan saya doakan yang terbaik untuknya musim depan," katanya.