Arsenal memastikan tempat di babak final Liga Champions 2025-2026 setelah menundukkan Atletico Madrid dengan skor 1-0 pada laga leg kedua semifinal di Stadion Emirates, Rabu (6/5/2026) dini hari WIB. Hasil ini membawa tim asuhan Mikel Arteta unggul agregat 2-1.
Gol tunggal yang memastikan kemenangan The Gunners dicetak oleh Bukayo Saka pada menit ke-45. Keberhasilan ini mengantarkan klub asal London Utara tersebut ke partai puncak kompetisi tertinggi antarklub Eropa untuk pertama kalinya sejak tahun 2006.
Catatan impresif menyertai perjalanan Arsenal musim ini dengan status tidak terkalahkan dalam 13 pertandingan. Berdasarkan data pertandingan, Meriam London telah mengantongi 10 kemenangan dan tiga hasil imbang sepanjang turnamen berlangsung.
Bukayo Saka mengungkapkan kegembiraannya atas atmosfer luar biasa yang ditunjukkan oleh para pendukung di stadion. Ia merasakan dukungan tersebut telah memberikan dampak besar bagi mentalitas para pemain di lapangan.
"Anda membawa saya menjauh dari perayaan, kawan! Ini sangat indah. Anda melihat apa artinya bagi kami dan apa artinya bagi para penggemar," kata Saka dilansir dari BBC Sport.
Pemain berusia 24 tahun itu mengakui bahwa intensitas pertandingan sangat tinggi karena kedua tim memperebutkan tiket final. Menurutnya, kesiapan mental menjadi pembeda utama saat menghadapi tekanan dari wakil Spanyol tersebut.
"Ya, kami sangat bahagia. Lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Pertandingan ini penuh tekanan. Ini sangat berarti bagi kedua tim." ujar Saka.
Arsenal dinilai berhasil mengelola situasi sulit sejak sebelum laga dimulai. Saka menceritakan bahwa sambutan suporter saat bus tim tiba di area stadion menjadi momen yang tidak terlupakan bagi seluruh skuat.
"Kami berhasil mengatasinya dengan baik, dan membawa diri kami ke final. Semuanya dimulai sebelum pertandingan, saat kami tiba di dalam bus. Saya belum pernah melihat hal seperti ini sebelumnya," lanjut Saka.
Mengenai penyelesaian akhirnya yang berbuah gol, Saka menegaskan bahwa insting penyerang untuk berada di posisi yang tepat sangat krusial. Meskipun keberuntungan terkadang berperan, kehadiran pemain di area berbahaya merupakan sebuah kewajiban.
"Terkadang keberuntungan berpihak padamu, dan terkadang tidak, tetapi kamu harus berada di sana, and aku ada di sana - aku mencetak golku," tegas Saka.
Saka juga memberikan tanggapan mengenai tekanan serta kritik publik yang sering diarahkan kepada tim. Baginya, hal tersebut adalah konsekuensi wajar saat bermain di level sepak bola tertinggi yang harus diabaikan demi menjaga fokus.
"Tidak mungkin Anda bisa mencapai posisi ini tanpa tekanan. Bagaimana mungkin Anda tidak mengharapkan orang-orang membicarakan dan mengkritik Anda? Itulah mengapa kita harus mengabaikannya," tuturnya.
Menghadapi partai final yang akan digelar di Budapest, Hungaria, Saka menaruh harapan besar untuk menyempurnakan pencapaian tim musim ini. Arsenal kini tinggal menunggu lawan antara Paris Saint-Germain atau Bayern Muenchen yang akan bertanding pada Kamis (7/5/2026) dini hari WIB.
"Ini adalah kisah yang indah dan saya berharap kisah ini berakhir dengan baik di Budapest," tutup Saka.