Arsenal memastikan diri melangkah ke partai final Liga Champions 2025/2026 setelah menundukkan Atletico Madrid dengan skor 1-0 pada laga leg kedua semifinal di Stadion Emirates, Rabu (6/5/2026) dini hari WIB. Hasil ini membuat klub asal London tersebut unggul agregat 2-1.
Gol tunggal kemenangan The Gunners dicetak oleh Bukayo Saka pada babak pertama, sekaligus memastikan kembalinya Arsenal ke final kompetisi tertinggi Eropa untuk pertama kalinya sejak 20 tahun silam. Kemenangan ini juga memperpanjang catatan impresif skuat asuhan Mikel Arteta yang belum terkalahkan dalam 14 pertandingan Liga Champions musim ini.
Statistik pertandingan menunjukkan efisiensi tinggi tuan rumah, di mana Arsenal berhasil mengonversi satu dari dua tembakan tepat sasaran menjadi gol ke gawang Jan Oblak. Sebaliknya, Atletico Madrid yang juga mencatatkan dua tembakan tepat sasaran gagal menembus pertahanan David Raya hingga peluit panjang dibunyikan.
Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, menyatakan telah menerima kekalahan tersebut dan memuji performa lawan yang dinilai lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. Meskipun ada insiden jatuhnya Antoine Griezmann dan Giuliano Simeone di kotak penalti, pelatih asal Argentina itu menolak menyalahkan kepemimpinan wasit.
"Yah, jika kami tersingkir, itu karena lawan kami pantas lolos, mereka memanfaatkan peluang emas di babak pertama dan mereka pantas lolos. Saya merasa tenang, saya merasa damai," ujar Simeone, dilansir dari laporan UEFA melalui Detik Sport.
Simeone menambahkan bahwa timnya telah menunjukkan peningkatan performa pada babak kedua meskipun hasil akhirnya tidak memihak kepada Los Rojiblancos. Kegagalan ini sekaligus memastikan Atletico Madrid mengakhiri musim tanpa gelar trofi setelah sebelumnya kalah di final Copa del Rey.
"Kami kurang klinis dalam situasi yang kami hadapi. Kami membaik di babak kedua. Ada hal-hal yang bisa menguntungkan kami tetapi nyatanya tidak. Kami telah memberikan yang terbaik dan sekarang kami harus menerima posisi kami saat ini," kata Simeone.
Menutup pernyataannya, Simeone memberikan apresiasi kepada perjuangan para pemain dan dukungan suporter yang telah membawa tim melangkah hingga babak semifinal. Ia menegaskan kebanggaannya atas daya saing timnya di level tertinggi kompetisi Eropa.
"Terima kasih kepada para fan dan pemain kami, saya merasa proud berada di posisi kami sekarang. Saya mengatakan kami ingin bersaing dan kami telah melakukannya. Sayangnya kami belum memenangi apa pun, tetapi kami telah mencapai posisi yang sulit dicapai," tutur Simeone.
Dalam sesi wawancara berbeda, Simeone memberikan penegasan terkait klaim penalti yang sempat diprotes oleh para pemainnya di lapangan saat laga berlangsung.
"Saya tidak akan membahasnya. Kita semua tahu itu pelanggaran. Kita semua berpikir bahwa wasit telah mengambil keputusan yang tepat. Saya tidak akan terlibat dalam hal itu karena saya tidak ingin membuat alasan," tegas Simeone.
Kemenangan ini menorehkan sejarah bagi Mikel Arteta yang menjadi manajer termuda Arsenal yang mampu mencapai final kejuaraan besar Eropa pada usia 44 tahun 65 hari. Selain itu, Bukayo Saka mencatatkan kontribusi luar biasa dengan keterlibatan dalam 14 gol dari 14 laga Liga Champions yang dimainkan di Stadion Emirates.