Arsenal resmi mengamankan tiket final Liga Champions 2025/2026 setelah menundukkan Atletico Madrid dengan skor 1-0 pada laga leg kedua semifinal di Emirates Stadium, Selasa (5/5/2026) malam waktu setempat. Kemenangan ini membawa skuad asuhan Mikel Arteta unggul agregat 2-1 dan akan menantang Paris Saint-Germain (PSG) pada partai puncak di Puskas Arena, Budapest, 30 Mei mendatang.
Gol penentu kemenangan dicetak oleh Bukayo Saka pada menit ke-44 setelah memanfaatkan bola muntah hasil tendangan Leandro Trossard yang sempat ditepis kiper Jan Oblak. Hasil ini sekaligus menandai kembalinya The Gunners ke final kompetisi kasta tertinggi Eropa tersebut untuk pertama kalinya dalam 20 tahun terakhir sejak musim 2005/2006.
Keberhasilan ini juga diwarnai dengan pencapaian rekor klub, di mana Arsenal menyamai catatan kemenangan terbanyak dalam satu musim dengan 41 kemenangan di semua kompetisi. Lini pertahanan tim London Utara tersebut tampil solid dengan mencatatkan clean sheet ke-30 musim ini, yang merupakan jumlah terbanyak bagi klub sejak kampanye 1993/1994.
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, menyatakan rasa bangganya atas pencapaian bersejarah ini di hadapan pendukung sendiri. Penegasan tersebut disampaikan Arteta saat merayakan kembalinya Arsenal ke partai puncak Eropa setelah dua dekade.
"It's an incredible night. We made history again together," ujar Mikel Arteta, Manajer Arsenal.
Arteta juga memuji atmosfer luar biasa yang diciptakan oleh para suporter di dalam maupun di luar stadion. Ia menilai energi dari penonton menjadi faktor kunci bagi performa para pemainnya di lapangan.
"I cannot be happier or prouder of everyone involved in this club. Outside the stadium was special and unique," kata Mikel Arteta, Manajer Arsenal.
Pelatih asal Spanyol tersebut menambahkan bahwa pencapaian ini adalah buah dari kerja keras seluruh elemen klub. Dirinya merasa momen ini sangat istimewa bagi sejarah panjang Arsenal.
"The atmosphere the supporters generated, the energy, it made it special. I never felt that in the stadium," ujar Mikel Arteta, Manajer Arsenal.
Mikel Arteta menutup pernyataannya dengan menekankan perjuangan para pemain yang telah memberikan segalanya di atas lapangan. Ia merasa sangat emosional setelah penantian panjang klub terbayar lunas.
"We put everything. The boys did an incredible job. After 20 years, and for only he second time in our history, we are back in the Champions League final," kata Mikel Arteta, Manajer Arsenal.
Di sisi lain, pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, memberikan penghormatan atas keberhasilan lawannya melaju ke final. Simeone mengakui bahwa Arsenal lebih klinis dalam memanfaatkan peluang krusial pada babak pertama.
"If we got knocked out, it's because our opponent deserved to go through," ujar Diego Simeone, Manajer Atletico Madrid.
Simeone juga merefleksikan performa timnya yang dianggap sudah memberikan segalanya, namun tetap gagal menembus pertahanan lawan. Ia menilai kegagalan tersebut disebabkan oleh kurangnya efektivitas serangan mereka.
"They took their big chance in the first half and they deserved to get through. If you ask me how I feel, I feel calm and peaceful," kata Diego Simeone, Manajer Atletico Madrid.
Meski kecewa, pelatih asal Argentina tersebut tetap mengapresiasi upaya maksimal yang dilakukan para pemainnya di kedua leg pertandingan. Ia merasa timnya tampil lebih baik pada paruh kedua pertandingan malam itu.
"I think the team gave absolutely everything in the first leg, we could have won it in the second half but we weren't clinical enough," ujar Diego Simeone, Manajer Atletico Madrid.
Simeone menyoroti perubahan positif pada babak kedua yang sempat memberikan harapan bagi tim tamu. Namun, peluang-peluang yang tercipta tetap gagal membuahkan gol penyeimbang kedudukan.
"We improved a lot in the second half compared to the first half tonight. We had chances and there were things that could have gone our way but didn't," kata Diego Simeone, Manajer Atletico Madrid.
Secara khusus, Simeone memuji progres yang ditunjukkan Mikel Arteta sejak menangani Arsenal. Ia melihat adanya korelasi kuat antara kekuatan finansial dan kerja keras jangka panjang klub Inggris tersebut.
"I think Mikel Arteta has done an incredible job at Arsenal. He has been trying to get to this point for a long time," ujar Diego Simeone, Manajer Atletico Madrid.
Simeone mengakhiri komentarnya dengan menyatakan rasa senangnya terhadap pencapaian Arsenal. Baginya, kesuksesan tersebut merupakan hasil dari dedikasi bertahun-tahun.
"They have incredible financial power and that's linked to what they are doing. I'm really pleased for them," kata Diego Simeone, Manajer Atletico Madrid.
Penutupan pernyataan Simeone menegaskan bahwa kemenangan Arsenal adalah hasil yang adil. Dirinya mengakui kerja keras luar biasa yang dilakukan Arsenal selama beberapa tahun terakhir.
"They deserve it. They have been working really hard for many years," ujar Diego Simeone, Manajer Atletico Madrid.
Gelandang Arsenal, Declan Rice, yang mencatatkan penampilan ke-400 dalam kariernya, mengaku merasakan sesuatu yang istimewa sedang terbangun di klub. Rice merasa momen final ini adalah pencapaian tertinggi yang pantas dirayakan.
"It's chaos [in the dressing room]," kata Declan Rice, Gelandang Arsenal.
Rice menekankan bahwa Liga Champions adalah turnamen paling bergengsi dan timnya berhak menikmati momen ini. Ia menceritakan betapa tingginya tensi pertandingan sebelum gol Saka tercipta.
"I don't think you can underestimate what we’ve done in this competition up to this point. We have every right to celebrate that moment, it's such a big moment, a Champions League final, the most prestigious tournament in club football. We're trying to soak it all in," ujar Declan Rice, Gelandang Arsenal.
Pemain internasional Inggris tersebut mengakui besarnya tekanan yang ada di pundak para pemain sebelum laga dimulai. Namun, dukungan suporter memberinya keyakinan penuh akan kemenangan.
"We knew coming in what was at stake. If you can't get up for that, you can't get up for any game of football. The fans spurred us on and once we went 1-0 up, I knew we were going to win, I just felt it. Once you feel something special building, it's such a good moment to be out here," kata Declan Rice, Gelandang Arsenal.
Rice juga menyinggung ketangguhan tim dalam bangkit dari kekecewaan akibat kekalahan tipis di kompetisi domestik sebelumnya. Ia memuji kendali penuh manajer dalam menjaga kualitas dan motivasi skuad.
"What we've been building – those narrow losses in the Premier League, going out of cup competitions, things that hurt you as a player," ujar Declan Rice, Gelandang Arsenal.
Mantan pemain West Ham ini menjelaskan bahwa Arsenal terus memacu diri untuk bersaing di level tertinggi. Fokus tim saat ini tetap terjaga meski berada dalam jadwal yang padat.
"The manager kept full control. We've kept building, kept adding quality to the squad, we've kept pushing each other, in this competition and the Premier League, we've gone full throttle and we find ourselves in this competition with a month to go," kata Declan Rice, Gelandang Arsenal.
Rice menegaskan bahwa tim harus tetap tenang dan fokus menghadapi tantangan yang tersisa. Ia optimistis dengan kemampuan timnya untuk menuntaskan musim dengan hasil maksimal.
"So it's all to play for, we've got to stay composed and focused," ujar Declan Rice, Gelandang Arsenal.
Mengingat kekalahan krusial dari Manchester City sebelumnya, Rice menyebut momen tersebut bukanlah akhir dari segalanya. Timnya memilih untuk terus berjuang di sisa laga yang ada.
"I know what this team's capable of. After that Man City game, it wasn't a title-defining game – it wasn't done. It wasn't a moment to be down, we had to realise there were still five games [left], we had to keep pushing," kata Declan Rice, Gelandang Arsenal.
Mantan pelatih legendaris Arsenal, Arsene Wenger, turut memberikan pandangannya mengenai perayaan besar di Emirates. Wenger mengingatkan agar skuad saat ini segera mengalihkan fokus ke pertandingan final yang sebenarnya.
"They celebrate well tonight - that is normal, but you want more for them to focus on the final already and the next game," kata Arsene Wenger, Mantan Manajer Arsenal.
Wenger mengakui bahwa kebahagiaan para pemain sangat wajar mengingat pencapaian tersebut. Namun, target utama tetaplah meraih kemenangan di partai final nanti.
"The celebration is deserved, happiness is absolutely normal, but now the next step is to go to the final and win it," ujar Arsene Wenger, Mantan Manajer Arsenal.
Kritik pedas justru datang dari legenda Manchester United, Wayne Rooney, yang menilai selebrasi Arsenal terlalu berlebihan. Rooney berpendapat bahwa perayaan besar seharusnya dilakukan setelah berhasil meraih trofi.
"They deserve to be in this position but they haven't won it yet," kata Wayne Rooney, Pengamat Sepak Bola.
Rooney menyoroti pesta kembang api dan selebrasi Arteta di lapangan sebagai tindakan yang prematur. Ia menyarankan agar tim menahan diri sampai benar-benar menjadi juara.
"I think the celebrations are a little bit too much. Celebrate when you win!" ujar Wayne Rooney, Pengamat Sepak Bola.
Pernyataan Rooney tersebut langsung dibalas oleh legenda Arsenal, Ian Wright, melalui media sosial. Wright meminta para suporter untuk mengabaikan kritikan dan menikmati setiap momen bersejarah yang diraih klub.
"Arsenal fans, let me tell you something: enjoy this," kata Ian Wright, Legenda Arsenal.
Wright menyindir pihak-pihak yang mempermasalahkan selebrasi tersebut dengan sebutan 'polisi selebrasi'. Baginya, sepak bola adalah tentang merayakan momen-momen besar seperti keberhasilan menuju final.
"The celebration police will be out in force, do not get nicked! Enjoy yourselves, football's about moments and this is a big moment. Enjoy it. And let's hope that in the final and after the final, we have another massive moment. It's a great day, it's a great day!" ujar Ian Wright, Legenda Arsenal.
Arsenal kini akan mengalihkan fokus kembali ke perburuan gelar Liga Inggris melawan West Ham pada akhir pekan mendatang. Setelah itu, The Gunners akan bersiap menghadapi PSG di Budapest untuk memperebutkan trofi Liga Champions pertama sepanjang sejarah klub.