Arsenal mengamankan tiket final Liga Champions 2025-2026 setelah menumbangkan Atletico Madrid dengan skor 1-0 pada laga leg kedua semifinal di Stadion Emirates, Selasa (5/5/2026). Kemenangan ini membuat tim asal London tersebut unggul agregat 2-1 setelah sebelumnya bermain imbang di markas lawan.
Gol penentu kemenangan tuan rumah dicetak oleh Bukayo Saka pada menit ke-45 sebagaimana dilansir dari Bola. Pertandingan yang berjalan dengan tensi tinggi tersebut sempat diwarnai aksi saling dorong antara pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, dengan Direktur Olahraga Arsenal, Andrea Berta, di pinggir lapangan pada masa injury time.
Ketegangan bermula saat Berta memberikan sinyal kepada wasit Daniel Siebert untuk segera mengakhiri laga ketika memasuki menit kelima tambahan waktu. Simeone yang merasa geram kemudian menghampiri dan mendorong badan mantan koleganya tersebut sebelum akhirnya dilerai oleh staf kedua tim serta ofisial keempat UEFA.
Kekalahan ini memperpanjang catatan kegagalan Diego Simeone dalam membawa Atletico Madrid meraih trofi kompetisi tertinggi antar klub Eropa tersebut. Meski sempat mencapai partai final pada tahun 2014 dan 2016, klub asal Spanyol ini harus kembali menelan pil pahit di babak semifinal.
"Yah, jika kami tersingkir, itu karena lawan kami pantas lolos, mereka memanfaatkan peluang besar di babak pertama dan mereka pantas lolos. Saya merasa tenang, saya merasa damai," ucap Simeone, Pelatih Atletico Madrid.
Simeone mengakui bahwa efektivitas serangan menjadi kendala utama bagi timnya meskipun sempat menunjukkan peningkatan performa pada paruh kedua pertandingan. Ia juga menyampaikan apresiasi atas perjuangan yang telah ditunjukkan oleh anak asuhnya sepanjang kompetisi musim ini.
"Kami kurang klinis dalam situasi yang kami hadapi. Kami meningkat di babak kedua. Ada hal-hal yang bisa menguntungkan kami tetapi tidak." kata Simeone, Pelatih Atletico Madrid.
Pelatih asal Argentina tersebut menegaskan rasa bangganya terhadap posisi yang dicapai tim saat ini. Menurutnya, bersaing di level tertinggi merupakan sebuah pencapaian yang menuntut kerja keras luar biasa.
"Kami memberikan yang terbaik dan sekarang kami harus menerima posisi kami saat ini. Terima kasih kepada para pendukung dan pemain kami, saya merasa proud berada di posisi kami sekarang." tutur Simeone, Pelatih Atletico Madrid.
Meski kecewa karena belum berhasil mempersembahkan gelar juara, Simeone tetap menghargai proses yang telah dilalui tim. Ia menekankan bahwa Atletico Madrid telah berhasil mencapai fase-fase sulit yang tidak mudah diraih oleh semua klub.
"Saya mengatakan kami ingin bersaing dan kami telah melakukannya. Sayangnya kami belum memenangkan apa pun, tetapi kami telah mencapai tempat-tempat yang sulit dicapai," ucap Simeone, Pelatih Atletico Madrid.
Terkait kepemimpinan wasit Daniel Siebert, Simeone memilih untuk tidak memberikan komentar lebih jauh. Pihak Atletico Madrid sebelumnya sempat melakukan protes atas pelanggaran terhadap Antoine Griezmann yang diabaikan oleh sang pengadil pada menit ke-56.
"Saya tidak akan membahas itu. Kita semua tahu itu pelanggaran. Kita semua berpikir bahwa wasit telah mengambil keputusan yang tepat. Saya tidak akan terlibat dalam hal itu karena saya tidak ingin membuat alasan," ucap Simeone, Pelatih Atletico Madrid.