Arsenal memastikan tempat di final Liga Champions 2025/2026 setelah mengalahkan Atletico Madrid dengan skor 1-0 pada laga leg kedua semifinal di Stadion Emirates, Selasa (5/5/2026) malam waktu setempat. Hasil tersebut membuat tim asuhan Mikel Arteta unggul agregat 2-1.
Gol penentu kemenangan dicetak oleh Bukayo Saka menjelang akhir babak pertama. Kemenangan ini mencatatkan sejarah bagi The Gunners yang berhasil mencapai final kompetisi elit Eropa untuk pertama kalinya dalam 20 tahun terakhir sejak musim 2006.
Arsenal mendominasi jalannya pertandingan sejak awal, namun Atletico sempat mengancam lewat Julian Alvarez pada menit kedelapan. Gol pembuka tercipta saat sepakan Leandro Trossard ditepis oleh Jan Oblak, lalu Saka dengan sigap menyambar bola muntah tersebut menjadi gol.
Penyerang Arsenal, Bukayo Saka, mengungkapkan rasa syukur dan kegembiraannya atas keberhasilan tim mencapai partai puncak di Budapest nanti.
"Sangat indah, Anda bisa melihat apa artinya ini bagi kami, apa artinya bagi para penggemar. Kami semua sangat bahagia. Ini adalah pertandingan dengan tekanan tinggi. Ini sangat berarti bagi kedua belah pihak, kami mengelolanya dengan baik dan membawa diri kami ke final," ujar Saka kepada Amazon Prime.
Saka juga menjelaskan proses terjadinya gol tunggal yang membawa Arsenal mengungguli tim tamu di hadapan pendukung sendiri.
"Dalam situasi seperti itu, saya hanya mencoba untuk tetap sigap. Terkadang bola memantul untuk Anda, terkadang tidak, tetapi Anda harus berada di sana, dan saya berada di sana," kata Saka.
Gelandang Declan Rice terpilih sebagai pemain terbaik dalam pertandingan ini karena dinilai tampil konsisten dalam menghubungkan lini pertahanan dan penyerangan tim asal London Utara tersebut.
"Saya rasa Anda tidak bisa meremehkan apa yang telah kami lakukan di kompetisi ini hingga titik ini. Kami punya hak untuk merayakannya, ini adalah momen besar. Liga Champions adalah turnamen paling bergengsi dan ini adalah momen membanggakan bagi klub dan para pemain," ujar Rice.
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, memuji kerja keras seluruh tim yang berhasil membuat sejarah baru bagi klub dengan menembus final kedua sepanjang sejarah mereka.
"Malam yang luar biasa. Kita telah membuat sejarah bersama. Saya sangat bahagia untuk semua orang yang terlibat. Kami tahu betapa berartinya ini bagi semua orang. Setelah 20 tahun dan untuk kedua kalinya dalam sejarah kami, kami berada di final Liga Champions," kata Arteta.
Di sisi lain, pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, mengakui keunggulan lawan dan menyatakan bahwa para pemainnya telah memberikan segalanya di lapangan.
"Tim memberikan segalanya. Jika kami tersingkir, itu karena lawan kami layak untuk lolos. Mereka mengambil peluang mereka, termasuk peluang besar mereka di babak pertama," ujar Simeone.
Kiper Atletico Madrid, Jan Oblak, menyesali kegagalan timnya mengejar ketertinggalan meskipun tampil lebih agresif pada babak kedua pertandingan.
"Saya rasa babak kedua bagus, seperti halnya di Madrid juga. Di babak pertama, mungkin kami memberikan terlalu banyak rasa hormat dan takut untuk bermain. Babak kedua bagus, tapi itu tidak cukup untuk melaju ke final. Kami sedih, tapi itulah sepak bola. Arsenal lebih baik, dan mereka berada di final," kata Oblak.
Kemenangan ini membuat Arsenal memperpanjang rekor tak terkalahkan dalam 14 laga Liga Champions. Arsenal akan menghadapi pemenang antara Bayern Munchen atau Paris Saint-Germain pada laga final di Puskas Arena, Budapest, pada 30 Mei 2026.