Arsenal berhasil mengamankan tiket ke babak final Liga Champions 2025-2026 setelah menumbangkan Atletico Madrid pada pertandingan leg kedua semifinal di Stadion Emirates, London, Rabu (6/5/2026) dini hari WIB. Tim asuhan Mikel Arteta tersebut menang tipis 1-0 melalui gol tunggal Bukayo Saka.
Kemenangan di kandang sendiri ini membuat Meriam London unggul secara agregat 2-1 atas wakil Spanyol tersebut, sebagaimana dilansir dari Bola. Bukayo Saka memecah kebuntuan pada menit ke-44 setelah menyambar bola muntah hasil tendangan Leandro Trossard yang tidak mampu diantisipasi sempurna oleh kiper Jan Oblak.
Pencapaian ini menjadi prestasi tertinggi Arsenal di kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa tersebut dalam dua dekade terakhir. Kendati sukses membawa timnya kembali ke partai puncak, pelatih Arsenal, Mikel Arteta, memilih untuk bersikap rendah hati menanggapi euforia yang menyelimuti timnya.
"Perasaan gembiranya tidak terlalu meluap, perasaan sedihnya juga tidak terlalu sedih, tugas saya adalah tetap tenang." kata Arteta.
Manajer asal Spanyol tersebut mengakui suasana positif di ruang ganti, namun ia tetap menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan emosional tim di tengah jadwal kompetisi yang padat.
"Saya akan benar-benar menikmatinya, semua orang menikmati momen ini sekarang," kata Arteta.
Fokus Arsenal kini segera beralih ke kompetisi domestik karena mereka dijadwalkan menghadapi West Ham United pada pekan ke-36 Liga Inggris. Pertandingan di Stadion London yang berlangsung Minggu (10/5/2026) tersebut menjadi krusial untuk menjaga jarak dari kejaran Manchester City di papan klasemen.
"Besok kita harus mulai mempersiapkan diri untuk hari Minggu, kita punya pertandingan luar biasa melawan West Ham, pertandingan yang sangat sulit dan kita akan punya empat hari untuk mempersiapkannya. Ini bagus, mari kita nikmati momen ini," tegas Arteta.
Keyakinan tinggi terpancar dari skuat Meriam London yang merasa sedang berada dalam momentum terbaik untuk mengejar trofi di berbagai kompetisi. Arteta berharap anak asuhnya dapat mengelola energi tersebut dengan bijak untuk menghadapi tantangan di sisa musim.
"Ini luar biasa, semua orang dapat merasakan perubahan energi, keyakinan, dan segalanya." ujar Arteta.
Pelatih tersebut juga mengingatkan bahwa perjalanan mereka masih memiliki hambatan yang harus diatasi dengan kerja keras dan mentalitas yang kuat.
"Mari kita gunakan dengan cara yang benar, memahami batasan dan kesulitan dari apa yang ingin kita capai." lanjut Arteta.
Penutupan pernyataan Arteta menekankan bahwa keyakinan internal menjadi modal utama bagi skuat Arsenal dalam menyelesaikan musim ini dengan torehan gelar.
"(Momentum) ini sangat besar, tetapi kita memiliki kemampuan dan keyakinan untuk melakukannya," tutup Arteta.
Persaingan di Liga Inggris semakin memanas setelah Manchester City hanya meraih hasil imbang melawan Everton, yang memberikan keuntungan bagi Arsenal di posisi puncak. Meskipun Manchester City memiliki sisa satu pertandingan lebih banyak, tim besutan Pep Guardiola harus menghadapi lawan berat seperti Aston Villa dan Bournemouth di sisa musim.
Sebaliknya, jadwal Arsenal terlihat relatif lebih ringan di atas kertas. Setelah bertandang ke markas West Ham United, The Gunners dijadwalkan akan menghadapi dua tim papan bawah lainnya, yakni Crystal Palace dan Burnley, dalam upaya mengunci gelar juara liga.