Pertandingan babak final Liga Champions akan mempertemukan Arsenal melawan Paris Saint-Germain di Puskas Arena, Budapest, pada Sabtu (30/5/2026) malam WIB. Laga pamungkas ini menjadi momen krusial bagi Meriam London untuk merebut trofi pertama mereka dalam kompetisi tertinggi antarklub Eropa tersebut, sebagaimana dilansir dari Detik Sport.
Klub asal Inggris tersebut membawa modal positif setelah berhasil menyudahi penantian selama 22 tahun untuk menjuarai Premier League. Kendati demikian, tekanan besar membayangi Arsenal mengingat tim ini belum memiliki pengalaman juara dan baru mencatatkan final kedua sejak tahun 2006.
Kondisi berbeda dialami oleh Paris Saint-Germain yang berstatus sebagai juara bertahan dengan bekal pengalaman atmosfer partai puncak. Gelandang sayap Arsenal, Bukayo Saka, menyatakan kesiapannya dalam menghadapi tekanan menjelang laga bersejarah bagi klub tersebut.
"Saya tak terlalu memikirkannya. Itu pendekatan saya. Saya coba menikmatinya, fokus ke momennya, dan tetap memikirkan saat ini. Saya menyerahkan sisanya ke Tuhan," ungkap Saka dikutip BBC.
Pemain binaan akademi tersebut mengingat kembali masa awal kariernya sebagai pesepak bola sejak usia belia. Pada masa itu, impian untuk memenangi gelar kompetisi domestik dan Eropa dirasa masih teramat jauh dari jangkauan.
"Tentunya kita semua tahu dari mana perjalanan saya dimulai sebagai anak 7-8 tahun. Saat itu, mimpi mencoba memenangi Premier League dan Liga Champions bersama Arsenal terasa sangat jauh," kata Saka.
Fokus tim kini sepenuhnya tertuju pada laga krusial di Budapest untuk mengukir sejarah baru. Penyerang tim nasional Inggris tersebut menegaskan antusiasme yang tinggi di dalam skuad menjelang pertandingan perebutan trofi bergengsi itu.
"Sepekan terakhir ini sudah membuat itu terasa nyata. Besok saya sangat antusias dengan kesempatan memenangi trofi lain dan menciptakan sejarah buat klub," ujar Saka.