Arsenal Parkir Bus di Final Liga Champions Bukayo Saka Tampil Buruk

Arsenal Parkir Bus di Final Liga Champions Bukayo Saka Tampil Buruk

Penampilan Bukayo Saka menjadi sorotan tajam saat memperkuat Arsenal dalam laga puncak Liga Champions melawan Paris Saint-Germain (PSG). Pemain sayap tim nasional Inggris tersebut dinilai tampil tidak efektif dan minim kontribusi sepanjang berada di lapangan.

Pertandingan final yang digelar di Puskas Arena, Hungaria, pada Sabtu (30/5) malam WIB tersebut berakhir dengan kemenangan PSG. Laga sengit ini harus diselesaikan melalui adu penalti dengan skor 4-3 setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu.Seperti dikutip dari Detik Sport, Bukayo Saka turun sebagai starter dan bermain selama 83 menit sebelum akhirnya digantikan oleh Noni Madueke. Namun, kontribusi sang winger di lini serang Meriam London hampir tidak terlihat sama sekali.

Statistik mencatat Bukayo Saka hanya mampu melepaskan empat umpan sukses selama penampilannya. Pemain bernomor punggung tujuh ini juga mencatatkan angka nol untuk berbagai aspek menyerang, mulai dari penciptaan peluang, assist, dribel sukses, hingga akurasi tembakan.

Minimnya kontribusi ofensif Bukayo Saka tidak lepas dari strategi yang diterapkan oleh manajer Arsenal. Setelah berhasil unggul cepat lewat gol Kai Havertz pada menit keenam, Arsenal memilih untuk bermain bertahan total atau parkir bus.

Strategi defensif ini memaksa Bukayo Saka dan Gabriel Trossard yang berposisi sebagai penyerang sayap untuk mundur jauh ke lini belakang. Bukayo Saka diinstruksikan membantu Mosquera di sektor bek sayap demi meredam agresivitas Khvicha Kvaratskhelia dan Nuno Mendes.

Akibat peran barunya tersebut, statistik Bukayo Saka justru lebih banyak dihiasi oleh catatan bertahan. Pemain berusia 24 tahun itu menorehkan satu tekel sukses dan memenangi tiga duel udara dari tiga kesempatan yang didapatkannya.

Rating Terendah dan Catatan Gol di Eropa

Performa defensif yang kurang maksimal juga berujung pada sanksi disiplin dari wasit. Bukayo Saka tercatat melakukan empat kali pelanggaran dan harus menerima kartu kuning dari pengadil lapangan.

Layanan penyedia data SofaScore memberikan rating sebesar 6,1 untuk penampilan Bukayo Saka dalam laga final tersebut. Angka rendah ini menempatkan dirinya bersama Mosquera sebagai pemain Arsenal dengan performa terburuk di lapangan.

Penampilan antiklimaks di laga puncak ini sekaligus melengkapi catatan produktivitas Bukayo Saka yang menurun di kompetisi Eropa musim ini. Dari 11 pertandingan Liga Champions yang dijalani, ia hanya mengoleksi tiga gol dan satu assist, jumlah paling sedikit dibandingkan dengan dua partisipasi terakhirnya di ajang serupa.

Artikel terkait

Rekomendasi