Paris Saint-Germain (PSG) resmi mengamankan tempat di final Liga Champions 2025/26 untuk menghadapi wakil Inggris, Arsenal, di Puskas Arena, Budapest, pada Sabtu (30/5) mendatang. Kepastian ini didapat Les Parisiens setelah menyingkirkan Bayern Munich di babak semifinal dengan keunggulan agregat 6-5.
Hasil imbang 1-1 pada laga leg kedua di Allianz Arena, Kamis (7/5), sudah cukup bagi PSG untuk melaju menyusul kemenangan tipis 5-4 di pertemuan pertama. Ousmane Dembele membawa tim tamu unggul lebih dulu melalui gol di menit ketiga sebelum Harry Kane menyamakan kedudukan bagi Bayern di akhir laga.
Arsenal lebih dulu melangkah ke partai puncak setelah menaklukkan Atletico Madrid dengan agregat 2-1 pada Rabu (6/5). The Gunners mencapai final kompetisi tertinggi Eropa ini untuk pertama kalinya dalam dua dekade terakhir berkat kemenangan krusial 1-0 di leg kedua.
PSG berambisi mempertahankan trofi juara untuk dua musim beruntun, sementara Arsenal mengejar gelar Liga Champions pertama dalam sejarah klub. Laga di Hongaria nanti merupakan pertemuan keempat kedua klub dalam dua musim terakhir setelah sempat bersaing di fase grup musim lalu.
Pencapaian PSG ini menandai keberhasilan transformasi klub di bawah kendali Luis Enrique yang menjauh dari era ketergantungan pada megabintang. Skuad saat ini mengandalkan kolektivitas tim dengan dukungan lini tengah yang diisi oleh Vitinha, Fabian Ruiz, dan Joao Neves.
Eks bek Liverpool, Stephen Warnock, memberikan pandangannya melalui BBC Match Of The Day terkait kekuatan skuad asal Prancis tersebut menjelang partai final.
"It is very difficult to look past PSG as winners in Budapest. They are so strong in every area. The only weakness I really see in the team is their goalkeeper Matvei Safonov." kata Stephen Warnock, Mantan bek Liverpool.
Warnock juga menyoroti tantangan yang akan dihadapi sayap Arsenal seperti Bukayo Saka dan Leandro Trossard dalam meredam agresivitas bek sayap PSG.
"One of the issues Arsenal will have is trying to contain the PSG full-backs. That means asking Bukayo Saka and Leandro Trossard, who will probably be on the wings, to then contain the full-backs and stick with them, and also go the other way and attack them as well." tambah Stephen Warnock, Mantan bek Liverpool.
Analisis tersebut menekankan bahwa Arsenal tidak bisa hanya bermain bertahan karena kualitas individu pemain depan PSG yang sangat berbahaya dalam situasi satu lawan satu.
"It is going to be very difficult for Arsenal to keep this PSG side out because you can't sit back against them for long periods of time." ujar Stephen Warnock, Mantan bek Liverpool.
Keunggulan teknis PSG dinilai merata di seluruh lini, membuat lawan sulit menemukan celah untuk melakukan penetrasi.
"The one thing you'd say is that, if you sit off them, then Bradley Barcola, Doue and Kvaratskhelia are good enough in one-v-one situations, with Dembele as well, to be able to beat you individually." papar Stephen Warnock, Mantan bek Liverpool.
Ketangguhan lini serang PSG didukung oleh kedalaman skuad yang mumpuni di setiap sektor lapangan.
"Whichever way you look at them, they are a brilliant team and you struggle to find any weakness. You look right through the pitch and think 'where is the weakness?'" tegas Stephen Warnock, Mantan bek Liverpool.
Suporter Bayern Munich sempat memberikan dukungan masif melalui spanduk raksasa di stadion guna memotivasi tim mereka membalikkan keadaan dari kekalahan di leg pertama.
"Shoot us into the final" tulis slogan yang terpampang pada spanduk besar milik pendukung Bayern Munich di Allianz Arena.
Sebelumnya, PSG juga mencatatkan hasil impresif di babak perempat final dengan menyingkirkan juara Inggris, Liverpool, lewat agregat telak 4-0.