Keberhasilan Arsenal merengkuh gelar juara Premier League 2025/2026 memutus masa penantian panjang klub selama 22 tahun untuk kembali bertakhta di kompetisi tertinggi sepak bola Inggris, sebagaimana dikutip dari Detik Sport.
Mikel Arteta menjadi figur sentral di balik kesuksesan klub berjuluk Meriam London tersebut sejak kedatangannya pada Desember 2019 demi merombak total budaya di dalam organisasi tim.
Perjalanan juru taktik asal Spanyol ini dalam mengamankan legitimasi prestasinya membutuhkan waktu hingga enam setengah tahun, terutama karena sempat terhambat oleh situasi pandemi COVID-19.
Pembatasan sosial akibat pandemi membuat skuad Arsenal harus terpisah dari para pendukungnya selama 18 bulan karena seluruh pertandingan digelar tanpa kehadiran penonton di stadion.
Kondisi tersebut mendorong Mikel Arteta untuk memikirkan formula yang tepat dalam merajut kembali ikatan emosional di lingkungan klub, salah satunya melalui media musik.
Lagu berjudul "North London Forever" yang memiliki judul asli "The Angel" kemudian dipilih dan bertransformasi menjadi jimat penting yang mengiringi kebangkitan tim dari keterpurukan.
Presentasi Internal dan Dampak Media Sosial
Lagu ciptaan musisi Louis Dunford yang dirilis pada Februari 2025 ini pertama kali dikumandangkan di Emirates Stadium saat Arsenal menjamu Leeds United pada 8 Mei 2022.
Sebelum diputar secara resmi di hadapan publik stadion, Mikel Arteta terlebih dahulu mempresentasikan karya musik ini kepada seluruh pemain serta jajaran staf pelatih.
Momen perkenalan lagu tersebut juga didokumentasikan dalam serial film dokumenter yang merekam perjalanan skuad Meriam London sepanjang musim 2021/2022 dengan tajuk All or Nothing: Arsenal.
"Saat kami mulai lebih dekat dengan suporter, saat itulah semuannya berjalan lancar. Saya percaya bahwa musik adalah cara yang bagus untuk menghubungkan keberagaman dan cara berpikir yang berbeda, serta untuk mencapai momen-momen istimewa," kata Arteta dalam podcast The Overlap bersama Ian Wright dan Gary Neville.
"Selama bertahun-tahun saya mencari lagu dari seluruh dunia. Apakah ada sesuatu yang bisa saya bawa? Itu (lagu) haruslah sesuatu yang semua orang merasa menjadi bagian darinya dan berkontribusi di dalamnya."
"Jadi itulah mengapa kami melakukannya dan menguji. Saya melakukan presentasi kepada para pemain dan staf. Kami membawa Louis ke sini dalam sesi pelatihan dan melihat bagaimana perasaannya, untuk menceritakan kisah tentang lagu itu dan apa arati semua baginya, secara perlahan dan bertahap."
"Inilah juga keindahan media sosial, dalam 24 jam tersebar di mana-mana serta mendapat sambutan yang yang luar biasa," Arteta menjelaskan.