Klub sepak bola Arsenal resmi mengunci gelar juara Liga Inggris musim 2025/2026 setelah rival terdekat mereka, Manchester City, gagal meraih kemenangan di markas Bournemouth pada laga pekan ke-37 yang berlangsung Selasa (19/5/2026) atau Rabu dini hari WIB.
Kepastian gelar juara ini menyudahi penantian panjang klub berjuluk The Gunners tersebut selama 22 tahun, seperti dilansir dari Megapolitan. Hasil imbang 1-1 antara Bournemouth dan Manchester City di Stadion Vitality membuat perolehan poin Arsenal di puncak klasemen tidak mungkin lagi tersalip.
Arsenal saat ini mengoleksi 82 poin dari 37 pertandingan, sedangkan tambahan satu angka membuat Manchester City tertahan di peringkat kedua dengan mendulang 78 angka. Gol Erling Haaland pada menit ke-95 menyelamatkan Manchester City dari kekalahan setelah Bournemouth unggul lebih dulu lewat gol Eli Junior Kroupi pada menit ke-39.
Keberhasilan ini disambut emosional oleh para pendukung Arsenal di Indonesia, salah satunya Hilmi (24). Saat kepastian juara didapatkan, ia langsung membagikan kabar gembira tersebut kepada sang ayah yang juga menggemari klub asal London Utara itu sejak era keemasan tanpa kekalahan.
"Pah, Arsenal juara" cerita Hilmi, salah seorang Gooners, saat diwawancarai pada Jumat (22/5/2026).
Hilmi menambahkan bahwa ayahnya sempat merasakan masa kejayaan klub berjuluk The Gunners tersebut pada musim 2003-2004 silam.
"Bokap gua sebenarnya suka Arsenal. Waktu Arsenal Invincible dia punya kaset dokumentasinya," ujar Hilmi.
Masa remaja Hilmi justru diwarnai kekecewaan karena menyaksikan tim kesayangannya kerap gagal bersaing memperebutkan trofi utama, bahkan sering menjadi sasaran olok-olok dari pendukung tim rival.
"Kalau saat-saat ini mah biasa lah 'Ngejagain pialanya City'. Kalau dulu (diejek) KST (klub sangat tangguh) atau meriam lontong gitu kan. Kalau akhir-akhir ini sering dibilang haram ball, corner FC," ungkap Hilmi mengenai ejekan yang kerap diterimanya.
Ia juga mengenang momen sedih ketika dirinya mendapat ejekan dari saudaranya yang merupakan pendukung setia Liverpool akibat kekalahan telak Arsenal.
"Abang gua kan fans Liverpool, diledek-leaukin, nangis gua di situ," ujar Hilmi.
Keberhasilan merengkuh trofi Liga Inggris musim ini seketika menghapus kepedihan akibat kegagalan beruntun yang dialami Arsenal selama lebih dari dua dekade.
"Senang banget, gua lompat-lompat sendiri coy. Terharu akhirnya bisa juara. Karena udah sekian lamanya membadut dan piala yang major, ini berasa banget kayak buka puasa setelah 22 tahun," kata Hilmi.
Kegembiraan serupa dirasakan oleh Rico (23), pendukung Arsenal lainnya yang sudah menyukai klub tersebut sejak duduk di bangku sekolah dasar lewat permainan gim video.
"Waktu SMA apalagi kan masa-masa itu Arsenal bapuk sebapuk-bapuknya bapuk ya," ujar Rico saat dihubungi melalui telepon, Jumat (22/5/2026).
Meski terbiasa menerima ejekan dari lingkungan sekitar karena performa tim yang sempat merosot tajam, Rico memilih untuk tetap setia memberikan dukungan.
"Akhirnya juara, finally. Itu aja udah buat gua seneng," ungkap Rico.
Cerita lain datang dari Ghiffari (25) yang menyukai Arsenal sejak kelas 2 sekolah dasar karena terpikat oleh gaya permainan era Cesc Fabregas, meski ia sempat menjauh dari media sosial saat klub mengalami masa sulit di awal kepemimpinan Mikel Arteta.
"Saking busuknya, musim-musim itu sampai malu lah. Malu sih, kayak kalah mulu kan," ujar Ghiffari kepada media pada Jumat (22/5/2026).
Walaupun sempat merasa kecewa dengan performa tim, Ghiffari mengaku tetap kembali mendukung klub London Utara tersebut hingga akhirnya bisa merayakan kesuksesan musim ini.
"Seneng lega sih, happy, full happy sih," ujar Ghiffari.
Kebahagiaan yang ia rasakan atas gelar juara ini berdampak besar pada suasana hatinya dalam menjalani aktivitas sehari-hari termasuk saat bekerja di kantor.
"Tapi kalau diibaratkan sih kayak lu dapet WhatsApp dari pacar. Jadi lu berbunga-bunga, terus kayak apa nih yang bikin seneng. Terus di kantor juga full senyum, makanan jadi enak," tambah Ghiffari.