Arsenal resmi mengunci gelar juara Liga Inggris musim 2025-2026 setelah kompetitor utama mereka, Manchester City, bermain imbang 1-1 melawan Bournemouth pada Rabu, 20 Mei 2026 dini hari WIB.
Hasil di Stadion Vitality tersebut membuat perolehan 82 poin milik Arsenal tidak mungkin lagi terkejar oleh Manchester City yang tertahan di angka 78 poin.
Gelar ini menjadi trofi Premier League ke-14 bagi The Gunners sekaligus mengakhiri masa penantian selama 22 tahun sejak terakhir kali meraihnya pada musim 2003/2004 silam.
Keberhasilan ini memicu reaksi emosional dari para pemain Arsenal, salah satunya Declan Rice yang mengaku sangat tegang hingga tidak sanggup menyaksikan laga penentu tersebut di televisi.
"Saya mengajak petugas keamanan, Pete, dan selama 40 menit pertama kami berjalan mengelilingi setiap lapangan yang ada. Kami hanya ngobrol tentang hal-hal yang paling acak," ungkap Rice kepada Sky Sports.
Gelandang tim nasional Inggris tersebut kemudian kembali masuk ke dalam ruangan setelah mendengar sorakan dari rekan-rekan setimnya saat gol pertama tercipta dalam pertandingan itu.
"Lagi-lagi begini.' Dan di perjalanan pulang, saya bilang, 'Saya bilang ke semua orang, duduk di tempat yang sama dan begini-begitu.' Lalu lima menit sebelum pertandingan berakhir, kami kembali masuk dan semuanya sudah selesai, tapi saya tidak bisa menontonnya," kata Rice.
Pemain berusia 27 tahun itu menambahkan bahwa pencapaian ini terasa sangat mengharukan karena dirinya sadar betul akan sejarah panjang dan perkembangan pesat tim sejak ia bergabung.
"Emosional. Rasanya seperti, sudah 22 tahun. Dia sudah ada di sini sejak awal. Dia adalah anak Arsenal sejak, apa, seis? Tujuh? Jadi baginya, hanya Tuhan yang tahu bagaimana perasaannya, karena bagi saya ini sudah menjadi legenda Arsenal," kata Rice.
Mantan pemain West Ham United itu menegaskan bahwa keyakinan untuk meraih trofi juara telah tertanam di dalam dirinya sejak memutuskan pindah ke Emirates Stadium.
"Tapi bagi saya, saya sudah di sini tiga tahun dan mengalami tiga kekalahan tipis. Jadi, bisa menang bersama tim ini sekarang, itulah alasan saya datang ke klub ini. Saya tahu kita akan menang. Saya sudah tahu sebelumnya. Saya hanya merasa ada sesuatu yang baik tentang klub ini, tentang para pemain ini, dan ke mana arah para pemain ini dalam hal perkembangan. Saya tahu entah bagaimana kami akan menang pada suatu saat, dan itu terjadi dengan cara yang paling indah," tutur Rice.
Aksi Declan Rice yang memilih berjalan mengelilingi lapangan latihan London Colney dikomentari oleh rekan setimnya, Bukayo Saka, yang menganggap momen itu sangat lucu.
"Orang ini pasti sudah berlari sekitar 12 putaran di lapangan latihan. Kami semua menontonnya di TV. Dia tidak bisa menontonnya. Itu lucu sekali," kata Saka.
Saka juga membeberkan atmosfer perayaan gelar juara oleh para pemain yang berlanjut spontan hingga dini hari di Stadion Emirates bersama para pendukung.
"Gila, gila. Maaf, suaraku, aku masih berusaha menemukan suaraku," kata Saka.
Winger lulusan akademi Arsenal tersebut menyatakan dirinya melewatkan waktu tidur demi menikmati momen magis keberhasilan tim meraih trofi juara liga.
"Tapi, ya, sepanjang malam itu sangat istimewa, mulai dari lapangan latihan hingga malam itu. Dan kemudian di Emirates juga, kami benar-benar bersenang-senang. Bagiku, aku tidak benar-benar ingin tidur. Aku tidak butuh tidur," ujar Saka.
Keberhasilan Meriam London ini tidak lepas dari restu dan kesabaran manajemen klub terhadap proyek jangka panjang yang dipimpin oleh manajer Mikel Arteta selama 6,5 tahun terakhir.
"Saya memikirkan betapa beraninya klub ini, terutama pemiliknya, Stan dan Josh, dalam mengambil keputusan itu," kata Arteta dikutip dari situs resmi klub.
Pelatih asal Spanyol tersebut mendedikasikan trofi ini untuk jajaran direksi, staf pelatih, serta para pemain yang telah menopang kinerjanya setiap hari.
"Mereka telah memberikan dukungan luar biasa kepada saya setiap hari. Pemilik kami luar biasa. Kami sangat beruntung memiliki Stan dan Josh, dan semua dukungan yang saya terima dari semua orang di klub ini," tutur Arteta.
Mikel Arteta juga menyampaikan apresiasi terdalamnya bagi semua individu yang telah berkontribusi besar dalam proses pembangunan ulang skuad Arsenal dari masa sulit.
"Saya tidak bisa menyebutkan nama semua orang, karena jumlahnya sangat banyak, tetapi bersama-sama mereka telah berperan penting dalam perjalanan membawa kita ke titik ini hari ini, dan tentu saja semua pemain yang telah menjadi bagian dari perjalanan ini," tegas Arteta.
Dilansir dari Bola Kompas, manajemen Arsenal setidaknya telah menggelontorkan dana lebih dari 1 miliar euro sejak musim 2020-2021 demi merombak total komposisi tim.
Pada musim 2025-2026, investasi klub membengkak hingga 294,6 juta euro demi mendatangkan pilar penting seperti Martin Zubimendi, Eberechi Eze, Viktor Gyokeres, dan Noni Madueke.
Langkah strategis tersebut berbuah hasil manis berkat kokohnya lini pertahanan yang dipimpin kiper David Raya dengan raihan 19 clean sheet, serta ketajaman 28 gol dari skema bola mati arahan Nicolas Jover.
Mantan penjaga gawang legendaris Arsenal era The Invincibles, David Seaman, turut merayakan keberhasilan ini dengan menggambarkan ketegangan luar biasa yang ia rasakan.
"22 tahun dan tiga menit terlama dalam HIDUP SAYA," ucap Seaman.
Ucapan selamat juga datang secara ksatria dari manajer Manchester City, Pep Guardiola, yang mengakui kelayakan sang rival dalam merengkuh gelar juara.
"Atas nama Man City, selamat untuk Arsenal, Mikel, dan seluruh staf pelatih atas gelar Premier League yang mereka pantas dapatkan," kata Guardiola.
Skuad Arsenal dijadwalkan akan mengangkat trofi Liga Inggris secara resmi di markas Crystal Palace pada hari Minggu sebelum bertolak ke Budapest untuk melakoni laga final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain pada 30 Mei 2026.