Arsenal Rotasi Skuad Melawan Crystal Palace Jelang Final Champions

Arsenal Rotasi Skuad Melawan Crystal Palace Jelang Final Champions

Manajer Arsenal Mikel Arteta merombak susunan pemain utama saat menghadapi Crystal Palace di Selhurst Park pada Minggu, 24 Mei 2026 demi menjaga kebugaran skuad menjelang final Liga Champions melawan PSG pekan depan.

Langkah rotasi total ini memunculkan sejarah baru ketika pemain muda Max Dowman yang berusia 16 tahun 144 hari diturunkan sejak menit awal, menjadikannya starter termuda sepanjang sejarah Premier League. Dowman sebelumnya sempat absen dalam sesi latihan terbuka Arsenal karena harus fokus menghadapi ujian GCSE di sekolahnya.

Keputusan rotasi besar-besaran ini diambil setelah Arsenal memastikan gelar juara Premier League pada Selasa malam menyusul hasil imbang 1-1 antara Manchester City melawan Bournemouth, yang kemudian dirayakan seluruh tim hingga pukul 5 pagi di Emirates Stadium.

Penyerang sayap Arsenal Bukayo Saka menyampaikan tanggapannya mengenai keberhasilan timnya mematahkan keraguan publik yang sempat menjuluki mereka sebagai tim yang mudah goyah di saat-saat krusial.

"We know what everyone says about us and what we have to deal with in the club, the doubts we have, can we really do it?" kata Bukayo Saka, Winger Arsenal kepada TNT Sports.

Saka menambahkan bahwa sekarang adalah momen bagi tim untuk merayakan keberhasilan tersebut setelah membuktikan kemampuan mereka di lapangan.

"We've done it now, time to enjoy it. People are starting to go into hiding mode, but we're going to find them." ujar Bukayo Saka, Winger Arsenal.

Pemain tim nasional Inggris tersebut juga menyoroti bagaimana setiap hasil negatif yang didapatkan Arsenal selalu dibesar-besarkan oleh media dan para pengkritik.

"I don't know why it is. We can say it now freely, but before if we said it, they'd say we're cry babies." ucap Bukayo Saka, Winger Arsenal.

Meskipun demikian, Saka menganggap ejekan dari publik sebagai bagian dari dinamika sepak bola yang biasa mereka hadapi.

"Things about Arsenal are spoken about much more than they necessarily need to be, and made into a bigger thing if we drop points or we lose a game." tutur Bukayo Saka, Winger Arsenal.

Keberhasilan mengunci gelar juara liga domestik membuat Arsenal kini mengalihkan fokus penuh untuk mengejar gelar ganda pada pertandingan final melawan Paris Saint-Germain.

"It comes along with the joke, you saw everyone with their bottles out. It's a bit of banter, people are going to give it to us, and we'll give it back. We've earned the right to. It's time to enjoy it." kata Bukayo Saka, Winger Arsenal.

Di kubu tuan rumah, pertandingan ini menjadi momen emosional bagi manajer Oliver Glasner karena merupakan laga kandang terakhirnya bersama Crystal Palace sebelum mereka bertolak ke Budapest untuk final UEFA Conference League melawan Rayo Vallecano pada 27 Mei.

Glasner yang membawa Palace meraih trofi mayor pertama lewat kemenangan 1-0 atas Manchester City di final Piala FA 2025, mengungkapkan apresiasi mendalam terhadap atmosfer luar biasa yang selalu diberikan oleh para pendukung setia klub.

"Our fans are special. I will miss it, the support," kata Oliver Glasner, Manajer Crystal Palace dalam konferensi pers.

Meskipun kursi kepelatihan bisa diisi oleh siapa saja, Glasner menegaskan kedekatan dengan orang-orang di sekitar stadion yang menjadi hal paling berkesan bagi dirinya.

"It’s not the seat in the dugout I will miss. It’s a seat, you can change it. It’s the ones next to the dugout, the ones behind, the ones in front of you, the ones who support you left and right…" ujar Oliver Glasner, Manajer Crystal Palace.

Glasner menutup pernyataannya dengan menegaskan antusiasme tinggi untuk menutup masa baktinya di hadapan publik sendiri melawan sang juara baru Premier League.

"These people I will miss, definitely. That’s why I’m looking forward to the last game, having another great 90 minutes together." ucap Oliver Glasner, Manajer Crystal Palace.

Pertandingan ini juga menjadi misi tersendiri bagi Crystal Palace untuk menghentikan rekor buruk sembilan pertemuan tanpa kemenangan melawan Arsenal sejak akhir musim 2021/2022.

"It’s definitely a fantastic game because we are hosting the new Premier League winners. That’s special as well." tutur Oliver Glasner, Manajer Crystal Palace.

Artikel terkait

Rekomendasi