Arsenal memastikan diri sebagai kampiun trofi ke-14 mereka di kompetisi Liga Inggris. Kepastian ini didapat setelah Manchester City hanya mampu bermain imbang dengan skor 1-1 saat bertandang ke markas Bournemouth.
Keberhasilan mengunci takhta tertinggi ini menjadi torehan gelar liga pertama bagi skuad berjuluk The Gunners tersebut sejak musim 2004 silam, seperti dikutip dari Detik Sport.
Jarak empat poin yang membentang di antara kedua tim kini sudah tidak mungkin lagi dikejar oleh sang rival, mengingat kompetisi hanya menyisakan satu pertandingan saja.
Luapan kegembiraan langsung pecah di markas Arsenal begitu peluit panjang tanda berakhirnya laga antara Bournemouth kontra City ditiup oleh wasit.
Hasil manis ini sekaligus menyudahi perjuangan panjang Bukayo Saka dan rekan-rekannya yang sudah konsisten membidik target sejak pekan pertama bergulir.
Pencapaian ini menjadi penawar dahaga setelah pada tiga musim sebelumnya Arsenal selalu finis di posisi runner-up di bawah dominasi City dan Liverpool.
Keberhasilan merengkuh posisi puncak dinilai sebagai hal yang wajar jika melihat proses perkembangan tim sejak berada di bawah kendali manajer Mikel Arteta selama enam tahun terakhir.
Manajemen klub terlihat sangat masif dalam melakukan pembenahan dan bongkar pasang komposisi skuad utama dalam kurun waktu tiga tahun ke belakang.
Di saat tim-tim besar lain seperti Liverpool dan City sedang sibuk melakukan revitalisasi, kondisi skuad Arsenal musim ini dinilai jauh lebih matang serta siap tempur.
Kondisi internal dan kesiapan skuad Arsenal ini sebenarnya sudah sempat diprediksi oleh penyerang Liverpool, Mohamed Salah, saat diwawancarai oleh Sky Sports pada bulan Agustus lalu.
Dalam pandangan pemain asal Mesir tersebut, Arsenal merupakan kandidat terkuat untuk memenangkan kompetisi kasta tertinggi di Inggris tersebut pada musim ini.
Status favorit itu menggeser kedudukan Liverpool yang sebenarnya bertindak sebagai juara bertahan dan sempat melakukan pergerakan transfer pemain yang cukup jor-joran pada musim panas.
"Arsenal favorit juara Premier League karena mereka punya tim yang sudah bermain bareng 5-6 tahun. Jadi mereka sudah paham satu sama lain. Ketika tim sudah solid, maka segalanya bisa lebih mudah," ujar Salah.
Sebagai pemain yang sudah membela Liverpool selama sembilan tahun, Salah tentu memahami betul seluk-beluk proses panjang dalam membangun sebuah tim yang bermental juara.
Proses membangun stabilitas tim tersebut mirip dengan apa yang pernah dilalui oleh kubu Merseyside merah sewaktu masih berada di bawah asuhan manajer Juergen Klopp.
Untuk musim depan, Salah sendiri dipastikan tidak akan lagi mengenakan seragam kebanggaan Liverpool setelah dirinya mengambil keputusan untuk hengkang setahun lebih awal dari durasi kontrak yang tersisa.