Arsenal Singkirkan Atletico Madrid dari Semifinal Liga Champions

Arsenal Singkirkan Atletico Madrid dari Semifinal Liga Champions

Arsenal berhasil melangkah ke babak final Liga Champions 2025-2026 setelah menumbangkan Atletico Madrid dengan skor tipis 1-0 pada laga leg kedua semifinal yang digelar di Stadion Emirates, London, Selasa (6/5/2026) malam waktu setempat.

Kemenangan skuad asuhan Mikel Arteta tersebut memastikan tiket final pertama mereka dalam dua dekade terakhir, sekaligus memupus ambisi Los Rojiblancos untuk kembali ke partai puncak sejak tahun 2016, sebagaimana dilansir dari Bola.

Pelatih kepala Atletico Madrid, Diego Simeone, menyampaikan pengakuan atas keunggulan tim tuan rumah yang tampil dominan sepanjang pertandingan tersebut. Simeone menilai lawan mereka telah menunjukkan kualitas permainan yang konsisten untuk mengamankan kemenangan.

"Yah, jika kami tersingkir, itu karena lawan kami memang pantas lolos," kata Diego Simeone, Pelatih Atletico Madrid.

Juru taktik asal Argentina itu memberikan catatan mengenai efektivitas serangan anak asuhnya yang dinilai kurang maksimal pada babak pertama sebelum melakukan perbaikan strategi di paruh kedua laga.

"Mereka memanfaatkan peluang besar di babak pertama dan mereka pantas lolos. Saya merasa tenang, saya merasa damai." ujar Diego Simeone, Pelatih Atletico Madrid.

Simeone juga menyoroti aspek penyelesaian akhir timnya yang tidak klinis meski memiliki beberapa kesempatan untuk mengubah keadaan di lapangan.

"Kami kurang klinis dalam situasi yang kami hadapi. Kami membaik di babak kedua. Ada beberapa hal yang seharusnya bisa menguntungkan kami, tetapi tidak terjadi." tutur Diego Simeone, Pelatih Atletico Madrid.

Terlepas dari kegagalan ini, sang manajer tetap memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh penggawa dan para pendukung setia klub ibu kota Spanyol tersebut.

"Kami telah memberikan yang terbaik dan sekarang kami harus menerima posisi kami saat ini. Terima kasih kepada para pendukung dan pemain kami, saya merasa bangga berada di posisi kami sekarang." ungkap Diego Simeone, Pelatih Atletico Madrid.

Pencapaian Atletico Madrid hingga babak semifinal dipandang Simeone sebagai hasil kerja keras kolektif meskipun mereka belum berhasil mengakhiri musim dengan trofi juara.

"Saya sudah bilang kami ingin berkompetisi dan kami sudah melakukannya. Sayangnya kami belum memenangkan apa pun, tetapi kami telah mencapai tempat-tempat yang sulit dijangkau." kata Diego Simeone, Pelatih Atletico Madrid.

Simeone bahkan melontarkan pujian bahwa Arsenal merupakan lawan terberat bagi timnya di sepanjang musim ini, melampaui tantangan dari rival domestik seperti Barcelona dan Real Madrid.

"Arsenal adalah tim yang lebih baik dalam dua leg ini, mereka adalah tim terbaik yang pernah kami hadapi musim ini. Mereka bermain dengan ritme dan keyakinan yang sangat sulit untuk dihentikan." jelas Diego Simeone, Pelatih Atletico Madrid.

Keberhasilan The Gunners menembus final di Budapest pada 30 Mei mendatang juga disebut Simeone tidak lepas dari tangan dingin Mikel Arteta dalam membangun tim.

"I pikir Mikel telah melakukan pekerjaan yang luar biasa di Arsenal," tambah Diego Simeone, Pelatih Atletico Madrid.

Ia menambahkan bahwa stabilitas finansial dan kerja keras jangka panjang menjadi faktor kunci kesuksesan klub asal London Utara tersebut di kancah Eropa.

"Mereka memiliki kekuatan finansial yang luar biasa, dan itu terkait dengan apa yang mereka lakukan, saya sangat senang untuk mereka. Mereka pantas mendapatkannya. Mereka telah bekerja sangat keras selama bertahun-tahun," tutup Diego Simeone, Pelatih Atletico Madrid.

Sementara itu, penjaga gawang Jan Oblak mengakui bahwa timnya sempat tampil dengan rasa hormat yang berlebihan terhadap lawan pada babak awal pertandingan.

"Siapa pun yang menang selalu menjadi tim terbaik. Mereka menang dan selamat kepada mereka. Tentu saja, kami sedih dan marah, tetapi itulah sepak bola," ungkap Jan Oblak, Penjaga Gawang Atletico Madrid.

Oblak menyesali performa tim yang baru bangkit pada babak kedua, di mana upaya tersebut ternyata belum cukup untuk membalikkan keadaan guna melaju ke final.

"Babak kedua berjalan baik. Mungkin kami terlalu menghormati mereka di babak pertama dan takut bermain. Setelah itu permainan kami bagus, tetapi tidak cukup untuk melaju ke final." ujar Jan Oblak, Penjaga Gawang Atletico Madrid.

Kekalahan tipis ini diterima dengan besar hati oleh kiper asal Slovenia tersebut meski rasa kecewa tetap menyelimuti ruang ganti timnya usai peluit panjang berbunyi.

"Ini nasib buruk bagi kami dan kami kecewa, tapi begitulah hidup. Arsenal bermain lebih baik dan mereka lolos ke final," pungkas Jan Oblak, Penjaga Gawang Atletico Madrid.

Artikel terkait

Rekomendasi