Klub sepak bola asal Inggris, Arsenal, bersiap menghadapi raksasa Prancis Paris Saint-Germain (PSG) pada pertandingan final Liga Champions yang dijadwalkan berlangsung Sabtu (30/2026).
Pertandingan krusial ini menjadi kesempatan besar bagi skuad asuhan Mikel Arteta untuk merengkuh trofi kompetisi kasta tertinggi Eropa tersebut untuk pertama kalinya sepanjang sejarah klub, seperti dilansir dari Suara.
Klub berjuluk The Gunners tersebut menatap laga puncak dengan modal kepercayaan diri yang tinggi setelah berhasil mengamankan gelar juara kompetisi domestik Premier League musim ini.
Meski demikian, upaya Arsenal diprediksi tidak akan berjalan mudah karena tim arahan Luis Enrique menyandang status sebagai juara bertahan dalam kompetisi antarklub Eropa ini.
Mantan pemain tengah Arsenal, Emmanuel Petit, memberikan analisisnya mengenai kekuatan kolektif dari kubu Les Parisiens yang dinilai sangat merata di seluruh lini.
Walau begitu, Petit melihat adanya kelemahan pada performa penjaga gawang yang belum konsisten dan lini pertahanan PSG yang mulai mengalami penurunan fisik.
Sektor bek tengah menjadi perhatian khusus bagi Petit, terutama performa kapten tim lawan yang dinilai kewalahan saat berhadapan dengan penyerang berpostur kokoh.
“Ketika saya melihat lini belakang, mungkin saya akan bilang Marquinhos. Dia sudah tidak muda lagi,” ujar Petit, mantan pemain Arsenal.
Faktor usia tersebut dianggap memengaruhi performa sang pemain bertahan dalam mengantisipasi skema serangan fisik dari tim lawan.
“Dia kesulitan ketika menghadapi lawan yang kuat,” tutur Petit.
Melihat kondisi skuad lawan yang memiliki kedalaman matang, legenda asal Prancis tersebut meminta para pemain Arsenal untuk mempertahankan identitas permainan menyerang mereka.
“Datang ke lapangan dan mainkan sepak bola kalian sendiri. Tidak penting siapa lawan kalian,” ucap Petit.
Keberhasilan merajai kompetisi domestik Inggris dinilai menjadi bukti sahih bahwa kualitas teknis anak-anak asuh Mikel Arteta sudah sejajar dengan jajaran tim elite di benua Eropa.
“Premier League adalah liga tersulit di dunia dan mereka baru saja memenangkannya. Mereka punya kualitas untuk melukai PSG,” pungkas Petit.