Arsenal bersiap menghadapi laga krusial dalam babak Final Liga Champions dengan modal kepercayaan diri yang tinggi. Klub berjuluk The Gunners tersebut bakal menantang sang juara bertahan, Paris Saint-Germain.
Seperti dilansir dari Detik Sport, kepastian laga ini didapat setelah Arsenal mengunci gelar juara kompetisi domestik pekan lalu. Mereka telah menerima trofi Liga Inggris yang sudah dinantikan selama 22 tahun di markas Crystal Palace pada Minggu (24/5) malam WIB.
Pencapaian tersebut menjadi gelar liga ke-14 sepanjang sejarah klub. Keberhasilan ini sekaligus menghentikan tren negatif mereka yang menjadi runner-up tiga kali berturut-turut sejak tahun 2023. Gelar domestik ini sekaligus menjadi pemuas dahaga juara bagi skuad asuhan Mikel Arteta.
Selama beberapa musim terakhir, Arsenal kerap mendapat sindiran sebagai penjaga trofi untuk rival mereka, Manchester City. Kini, fokus penuh dialihkan pada satu misi krusial yang tersisa, yaitu memenangkan kompetisi kasta tertinggi antarklub Eropa.
Hingga saat ini, Arsenal tercatat belum pernah memenangi gelar Liga Champions. Mereka pernah menembus babak final satu kali pada tahun 2006, namun harus mengakui keunggulan Barcelona. Berbekal motivasi dari gelar domestik, tim asal London ini diyakini mampu mengimbangi kekuatan Paris Saint-Germain.
Kiper Arsenal, David Raya, mengungkapkan bahwa memenangkan trofi besar merupakan target utamanya sejak awal bergabung. Keberhasilan di kompetisi domestik kini memberikan dorongan moral yang sangat besar bagi seluruh tim.
"Ini sangat penting; ini adalah target saya saat gabung ke klub ini, dan sebelum itu juga. Klub ini harus bersaing memperebutkan trofi, salah satunya Premier League," ujar Raya kepada Diario AS.
"Kami sudah meraih itu dan itu membuat kami lebih semangat untuk menghadapi final Liga Champions."
Pertandingan final antara Paris Saint-Germain melawan Arsenal dijadwalkan berlangsung di Puskas Arena, Budapest. Laga penentu juara Eropa ini akan digelar pada Minggu (31/5) dini hari WIB.