Arsenal Tantang Paris Saint Germain Pada Final Liga Champions di Budapest

Arsenal Tantang Paris Saint Germain Pada Final Liga Champions di Budapest

Arsenal bersiap menghadapi juara bertahan Paris Saint-Germain (PSG) dalam pertandingan babak final Liga Champions 2025/2026 di Puskas Arena, Budapest, Hungaria, pada Sabtu (30/5/2026) malam pukul 23.00 waktu setempat.

Pertandingan puncak ini menjadi laga ke-63 bagi Arsenal sepanjang musim ini sekaligus momentum memburu gelar ganda setelah menyudahi penantian 22 tahun untuk menjuarai Premier League. Pasukan Mikel Arteta melaju ke final dengan catatan impresif tidak terkalahkan dalam 14 pertandingan Eropa serta menorehkan sembilan kali tanpa kebobolan melalui kiper David Raya.

Mantan pemain internasional Nigeria, Emmanuel Okocha, menilai pencapaian Arsenal sudah tergolong sukses terlepas dari hasil akhir yang akan diraih di Budapest nanti karena grafik performa yang terus menanjak di bawah arahan Arteta.

"C’est vraiment difficile à dire. En finale, tout peut arriver" ujar Okocha kepada Flashscore.

Okocha menambahkan bahwa ketenangan aspek psikologis sangat krusial di laga final dan keberhasilan menjuarai liga domestik memberikan suntikan kepercayaan diri yang besar bagi kubu perwakilan Inggris tersebut.

"Tout le monde ressent la pression, et l’équipe qui reste la plus calme et détendue finit généralement par l’emporter. Il ne s’agit pas de faire quelque chose d’exceptionnel, mais de garder l’esprit clair et de jouer son jeu habituel. Cet aspect psychologique est très important à ce stade, donc honnêtement je ne peux pas prédire le résultat. Cela peut aller dans un sens comme dans l’autre. Pour moi, la saison d’Arsenal est déjà réussie, et pas seulement grâce à cette année. Depuis l’arrivée de Mikel Arteta, l’équipe progresse régulièrement. Ils ont terminé plusieurs fois deuxièmes de Premier League et se sont installés durablement dans les places qualificatives pour la Ligue des champions. C’est donc un processus progressif, et le club continue de s’améliorer saison après saison. Remporter la Premier League est déjà un immense accomplissement. Quoi qu’il arrive en finale, leur saison est très réussie, et j’espère qu’ils iront jusqu’au bout." sambung Okocha, kakak kandung dari legenda PSG, Jay-Jay Okocha.

Menurut Okocha, performa PSG juga berkembang pesat di bawah asuhan Luis Enrique, namun keunggulan usia pemain muda yang dimiliki kubu Prancis tidak akan menjadi faktor pembeda yang menentukan di atas lapangan.

"Gagner aide toujours à prendre confiance et à créer une dynamique" lanjut Okocha mengenai dampak psikologis dari gelar juara liga masing-masing tim.

Mengenai perbandingan kematangan skuad, Okocha berpendapat bahwa rasa hormat antar pemain akan hilang seketika saat peluit tanda pertandingan dimulai.

"Tout est question de confiance. Une fois sur le terrain, il n’y a plus de respect – le respect reste dehors. Quand tu ressors, là tu retrouves tes aînés" tambah Okocha terkait kedewasaan tim di lapangan.

Ia menggarisbawahi bahwa batasan usia tidak berlaku ketika seorang pemain sudah dipercaya untuk tampil membela timnya.

"Mais sur le terrain, tu sais pourquoi tu as été choisi pour jouer à Arsenal. Donc, il n’y a pas de limite d’âge. On ne peut pas parler d’âge. Cela ne compte vraiment pas. Une fois sur le terrain, tous les joueurs sont du même âge. Et plus on est jeune, mieux c’est. Parfois, l’expérience compte, mais il y a d’autres qualités qui peuvent compenser." kata Okocha melengkapi analisisnya.

Di kubu Paris Saint-Germain, Luis Enrique berpeluang membawa timnya menjadi klub kedua di era modern yang berhasil mempertahankan gelar juara Liga Champions berturut-turut setelah Real Madrid. Kekhawatiran badai cedera Les Parisiens mulai mereda setelah penyerang Ousmane Dembele dan bek kanan Achraf Hakimi dipastikan siap merumput.

Dembele sempat mengalami masalah pada otot betis saat laga terakhir Liga Prancis melawan Paris FC pada 17 Mei 2026, namun sang pemain menepis kekhawatiran publik mengenai kebugarannya.

"No tenía miedo de perderme la final" aku Dembele dalam konferensi pers di Puskas Arena dilansir dari LA Times.

Pemenang Balón de Oro tersebut langsung menghentikan permainan begitu merasakan nyeri demi mengamankan kondisinya untuk laga puncak ini.

"Paré en cuanto sentí la molestia (contra Paris FC)" jelas Dembele.

Padatnya jadwal kompetisi pasca-Piala Dunia Klub musim panas lalu diakui Dembele membuat musim ini berjalan sangat menguras fisik bagi seluruh elemen tim.

Mikel Arteta juga mendapat angin segar dengan kembalinya bek asal Belanda, Jurrien Timber, setelah absen selama dua setengah bulan akibat cedera pergelangan kaki dan selangkangan. Kembalinya Timber menjadi solusi krusial bagi Arsenal yang kehilangan Ben White akibat kerusakan ligamen lutut, terutama untuk mengawal sektor kiri PSG yang dihuni Nuno Mendes dan Khvicha Kvaratskhelia.

Artikel terkait

Rekomendasi