Arsenal dijadwalkan menghadapi Paris Saint-Germain pada partai final Liga Champions 2025/2026 di Stadion Puskas Arena, Budapest, Hungaria, pada Sabtu, 30 Mei 2026 pukul 23.00 WIB.
Pertandingan puncak ini diprediksi berjalan ketat karena mempertemukan dua tim yang baru saja merayakan gelar juara di kompetisi domestik masing-masing. Siaran langsung laga ini akan ditayangkan secara eksklusif melalui layanan OTT Vidio.
Klub asal London Utara, Arsenal, melangkah ke final setelah menyingkirkan Atletico Madrid dengan keunggulan agregat 2-1. Keberhasilan ini melengkapi momentum kebangkitan skuad asuhan Mikel Arteta yang baru saja menyudahi penantian 22 tahun untuk menjuarai Liga Inggris musim ini.
Sementara itu, Paris Saint-Germain yang berstatus sebagai juara bertahan melaju ke final setelah mencatat hasil imbang 1-1 di markas Bayern Munich. Skuad berjuluk Les Parisiens tersebut lolos berkat keunggulan agregat tipis 6-5 dan telah mengamankan trofi Ligue 1 lebih awal.
Penjaga gawang Arsenal, David Raya, menyampaikan bahwa keberhasilan merengkuh trofi domestik memberikan dampak psikologis yang masif bagi tim menjelang laga krusial di Eropa.
"Itu sangat penting. Sejak saya datang ke sini, bahkan sebelumnya, itu memang menjadi tujuan utama. Klub ini ada untuk bersaing dan memperebutkan gelar-gelar terbesar, dan Liga Inggris adalah salah satunya. Kami berhasil mencapainya, dan itu akan memberi dorongan besar saat menghadapi final Liga Champions," kata David Raya, Penjaga Gawang Arsenal.
Raya juga berhasil membawa pulang penghargaan Golden Glove Liga Inggris selama tiga musim berturut-turut setelah mengemas 19 pertandingan tanpa kebobolan sepanjang musim ini.
"Secara pribadi, saya merasa sedang berada dalam fase yang sangat bagus," ujar David Raya, Penjaga Gawang Arsenal.
Penjaga gawang asal Spanyol tersebut menilai performa defensif yang solid menjadi fondasi utama yang mengantar Meriam London menuju tangga juara liga domestik.
"Tetapi ini bukan hanya soal saya. Catatan clean sheet yang kami raih adalah hasil kerja seluruh tim. Saya sangat senang bisa mencatat tiga Golden Glove berturut-turut, sesuatu yang tidak banyak dicapai kiper lain." kata David Raya, Penjaga Gawang Arsenal.
Ia memuji kepemimpinan Mikel Arteta yang sukses mentransformasi mentalitas serta performa klub sejak mendarat pada akhir tahun 2019.
"Kami menjalani banyak pertandingan dengan sangat sedikit memberi peluang kepada lawan, dan itu membantu kami memenangkan kejuaraan, yang memang menjadi tujuan utama," ucap David Raya, Penjaga Gawang Arsenal.
Terkait kekuatan lawan, Raya menaruh rasa hormat kepada juru taktik PSG, Luis Enrique, yang pernah memberikan kesempatan debut untuknya di tim nasional Spanyol.
"Saya pikir dia melakukan pekerjaan luar biasa. Cara dia mengambil alih klub saat situasinya tidak baik, lalu menghidupkannya kembali hingga berada di level tertinggi, terutama dengan memenangkan Liga Inggris yang sangat kami inginkan, menunjukkan kualitas dan karakter yang dia miliki. Dia tidak pernah menyerah, dan itu adalah pesan yang selalu dia tanamkan kepada kami," ucap David Raya, Penjaga Gawang Arsenal.
Arsenal diproyeksikan tampil waspada guna mengantisipasi strategi tekanan tinggi yang kerap diterapkan oleh Enrique sejak menit awal laga.
"Saya mengenalnya dengan baik," ujar David Raya, Penjaga Gawang Arsenal.
Skuad asuhan Arteta membidik potensi gol dari skema bola mati demi meredam agresivitas serangan klub raksasa Prancis tersebut.
"He memberi saya debut di tim nasional dan saya sangat menghormatinya. Kami tahu dia pelatih yang luar biasa dan pribadi yang sangat baik." ujar David Raya, Penjaga Gawang Arsenal.
Pertemuan di Hungaria ini menjadi laga keempat berturut-turut bagi kedua tim sejak fase grup musim lalu, di mana PSG lebih diunggulkan berkat kedalaman skuad yang matang.
"Kami tahu kami kuat dalam situasi bola mati, dan semoga kami bisa mencetak gol dari set piece di final nanti." ucap David Raya, Penjaga Gawang Arsenal.
Berdasarkan catatan CNN Indonesia, kedua kesebelasan sama-sama menghadapi kendala cedera pemain pilar. PSG berpeluang tampil tanpa Nuno Mendes, Willian Pacho, Warren Zaire-Emery, dan Ousmane Dembele, sedangkan di kubu Arsenal ada nama Riccardo Calafiori, Ben White, Jurrien Timber, dan Mikel Merino yang dilaporkan mengalami masalah kebugaran.