Kemenangan tipis Arsenal dengan skor 1-0 saat menjamu Burnley di Emirates Stadium dalam laga lanjutan Liga Inggris pada Selasa (19/5/2026) diwarnai oleh keputusan kontroversial wasit. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Detik Sport, posisi Arsenal kini semakin kokoh di puncak klasemen sementara dengan raihan 82 poin.
Gol tunggal penentu kemenangan The Gunners dicetak oleh gelandang asal Jerman, Kai Havertz, pada babak pertama. Hasil ini membuat Arsenal unggul 82 poin dari Manchester City yang berada di posisi kedua klasemen dan baru akan bertanding melawan Bournemouth di Vitality Stadium.
Kendati demikian, pertandingan tersebut memicu perdebatan setelah wasit dan Video Assistant Referee (VAR) tidak menjatuhkan hukuman kartu merah kepada Kai Havertz. Sang pencetak gol melakukan pelanggaran berbahaya berupa tekel dengan kaki terangkat yang menghantam betis Lesley Ugochukwu pada menit ke-67.
Meski VAR sempat melakukan peninjauan terhadap potensi pelanggaran kartu merah atas insiden telapak kaki Havertz tersebut, keputusan awal wasit tidak berubah. Pemain bernomor punggung 29 itu tetap di lapangan dan hanya menerima sanksi kartu kuning.
Kejadian ini memicu kritik keras dari legenda Liverpool, Jamie Carragher, yang menilai sang pemain sangat beruntung terhindar dari pengusiran. Carragher mengaku heran terhadap keputusan sang pengadil lapangan yang tidak langsung memberikan kartu merah di lokasi kejadian.
"Dia sangat beruntung. Fakta bahwa wasit memiliki pandangan yang sangat bagus dan memberikan kartu kuning berarti mungkin akan sulit bagi VAR untuk membatalkannya," ujar Carragher dikutip dari BBC.
Mantan bek timnas Inggris itu menambahkan bahwa posisi pandangan wasit yang kurang ideal mungkin menjadi penyebab utama luputnya pelanggaran tersebut dari hukuman maksimal. Carragher menegaskan tindakan kasar tersebut seharusnya berbuah kartu merah langsung.
"Saya tidak tahu bagaimana wasit tidak langsung memberikan kartu merah. Dia mungkin tak memiliki pandangan yang baik. Itu harus kartu merah," tegas Carragher.
Penilaian objektif Carragher ditutup dengan rasa tidak percaya atas keputusan perangkat pertandingan yang meloloskan tekel tinggi tersebut. Ia memandang kontak fisik yang mengenai area betis lawan sudah sangat jelas melanggar aturan keselamatan pemain.
"Saya kesulitan memahami bagaimana Anda bisa lolos dari hukuman dengan posisi bola yang begitu tinggi di betis," jelasnya.