Art Jakarta Gardens 2026 Hadirkan 30 Patung di Hutan Kota Plataran

Art Jakarta Gardens 2026 Hadirkan 30 Patung di Hutan Kota Plataran

Pameran seni luar ruang Art Jakarta Gardens 2026 resmi dibuka di Hutan Kota by Plataran dengan menampilkan berbagai inovasi karya yang menyatu dengan alam. Perhelatan edisi kelima ini dijadwalkan berlangsung hingga 10 Mei 2026 mendatang.

Dilansir dari Detikcom, ajang ini mempertegas posisinya sebagai pekan seni bertaraf internasional yang memfokuskan diri pada karya-karya luar ruang. Berbeda dengan platform utamanya di JIExpo, edisi Gardens kali ini memberikan sorotan khusus pada interaksi seni dengan ruang publik.

Pengunjung yang datang dapat mengeksplorasi dua area utama, yakni Tenda A dan Tenda B. Di dalam area tersebut, terdapat karya dari 26 galeri seni yang telah melewati proses kurasi ketat oleh tim Art Jakarta Gardens.

Sebagian besar karya yang ditampilkan di area tenda merupakan karya dua dimensi. Salah satu daya tarik unik muncul dari galeri Zen1 Jakarta yang menghadirkan mini show kolaborasi antara Indra Lesmana, Alex Bayusaputro, dan Andry Boy Kurniawan.

Karya tersebut sekilas menyerupai balon dekorasi pesta, namun sebenarnya merupakan scuplture yang terbuat dari polyster resin. Sementara itu, Tenda B yang memiliki ruang lebih luas menampilkan karya dari perupa profesional maupun seniman muda berbakat.

Area Museum of Toys menjadi salah satu titik yang paling diminati pengunjung untuk melihat maupun membeli karya seni. Selain area dalam tenda, daya tarik utama terletak pada Sculpture Garden yang memamerkan total 30 patung di area terbuka.

Di antara deretan karya tersebut, pengunjung dapat menjumpai "Tentacles of Wealth" karya Mulyana atau yang dikenal sebagai Mang Moel The Mogus. Karya berupa gurita raksasa hasil rajutan ini menjadi salah satu spot favorit bagi para pencinta seni.

Beberapa patung ikonik lainnya yang turut menghiasi taman meliputi "The Space Boy" karya Naufal Abshar dan "Mandi Kembang" milik Sugiri Willim. Selain itu, terdapat karya Agung Santosa berjudul "Bisu" dan "Rasian" yang menarik perhatian.

Koleksi patung luar ruang ini juga dimeriahkan oleh kehadiran "Mickiv" karya Arkiv Vilmansa, serta "Greedy" ciptaan Eddi Prabandono. Seniman Iwan Suastika pun turut memamerkan karyanya yang bertajuk "Pilgrimage of Seed and the Child Who Carried Memory".

Menjelang malam, suasana Hutan Kota by Plataran bertransformasi melalui instalasi "The Atrium of Flux". Cahaya lampu yang menyinari pepohonan menciptakan atmosfer berbeda hasil kolaborasi dengan Sigit D. Pratama dari thisPLAY Studio.

Pertunjukan cahaya ini hadir dalam dua sesi setiap harinya, yaitu pada pukul 18.25-18.40 WIB dan pukul 19.30-19.45 WIB. Kehadiran Art Jakarta Gardens membuktikan bahwa karya seni tidak harus selalu berada di dalam ruangan galeri yang tertutup.

Seni kini hadir mengintervensi ruang publik dan mampu memicu diskursus terhadap kondisi sosial-politik di lingkungan sekitarnya. Taman pun beralih fungsi menjadi ruang ketiga yang menghubungkan lanskap kota dengan skena seni rupa nasional.

Melalui penyelenggaraan ini, seni tidak lagi dipandang sekadar ajang jual-beli, melainkan sarana untuk mendekatkan nilai estetika kepada masyarakat luas. Masyarakat yang ingin berkunjung dapat membeli tiket masuk seharga Rp 150 ribu hingga akhir pekan ini.

Artikel terkait

Rekomendasi