Kelompok produksi ArtSwara mementaskan ulang Drama Musikal MAR di Teater Ciputra Artpreneur, Jakarta, pada Kamis malam (14/5/2026). Pertunjukan ini mengangkat sisi humanis dari sejarah perjuangan Bandung Lautan Api melalui kisah emosional karakter Mar dan Aryati, seperti dilansir dari Suara.
Pergelaran ini dihadiri oleh ratusan penonton termasuk puluhan veteran dari Legiun Veteran Republik Indonesia. Pementasan ulang tersebut menampilkan tata panggung yang ambisius dengan proyeksi visual, pencahayaan dramatis, serta iringan musik jazz big band dari Orkestra ArtSwara di bawah arahan Ava Victoria.
Sutradara Maera bersama Co-Sutradara Rusmedie Agus dan penulis naskah Titien Wattimena menerapkan pendekatan intim yang mengajak penonton menyelami emosi karakter. Karakter utama Mar dan Aryati kembali diperankan oleh Gabriel Harvianto dan Galabby yang berkolaborasi dengan sejumlah pemeran baru.
Pihak produksi juga menyiapkan pemeran pelapis untuk mengantisipasi dinamika pementasan. Pertunjukan tahun ini dirancang lebih megah pada aspek visual panggung dibandingkan dengan produksi tahun lalu yang sempat meraih penghargaan Album Musikal Terbaik di AMI Awards.
"Saya begitu bahagia dan terharu dengan respons hangat penonton malam ini," ujar Produser Eksekutif sekaligus sutradara, Maera.
Maera menjelaskan bahwa aspek pementasan sengaja ditingkatkan untuk memberikan impresi yang lebih kuat kepada pemirsa. Modifikasi juga dilakukan pada beberapa bagian dialog untuk menghidupkan suasana panggung.
"Kalau dari segi adegan nggak banyak berubah, tapi khusus karakter Ambu, kami kasih ruang improvisasi supaya suasananya lebih cair dan segar," kata Maera.
Tantangan dalam pementasan ini juga dirasakan oleh para pemeran pelapis yang harus menguasai peran ganda selama persiapan. Taufan Purbo dan Dania Najmi selaku pelapis karakter utama aktif berdiskusi dengan pemeran inti demi menjaga kualitas performa.
"Kami mencari motivasi terdalam dari setiap karakter agar bisa menghidupkannya dengan rasa yang tepat," ujar Taufan Purbo dan Dania Najmi.
Keduanya berkomitmen untuk memberikan warna baru dalam pementasan ini tanpa mengubah pesan utama yang ingin disampaikan kepada penonton.
"Melalui kolaborasi bersama Gabriel dan Galabby, kami ingin membawa interpretasi baru yang segar tanpa mengurangi esensi cerita," kata Taufan Purbo dan Dania Najmi.
Kehadiran pementasan sejarah ini mendapat perhatian khusus dari perwakilan organisasi veteran yang menilai karya seni efektif sebagai media pembelajaran. Nilai-nilai perjuangan dinilai lebih mudah tersampaikan kepada generasi muda melalui pendekatan seni drama.
Pertunjukan MAR berhasil menggambarkan semangat perjuangan mempertahankan kemerdekaan dengan cara yang emosional dan membumi, menurut perwakilan DPP Legiun Veteran Republik Indonesia, Marsda TNI (Purn.) Wresniwiro.