Tiket menuju kompetisi Liga Champions resmi diamankan oleh AS Roma setelah menumbangkan Verona dengan skor akhir 2-0 pada pertandingan penutup kompetisi Serie A musim 2025/2026 yang berlangsung Senin dini hari WIB.
Kemenangan krusial tersebut mengantarkan skuad asuhan Gian Piero Gasperini mengunci posisi ketiga pada klasemen akhir Liga Italia dengan perolehan 73 poin. Hasil ini membuat tim ibu kota tersebut dipastikan melangkah ke kompetisi tertinggi antarklub Eropa musim depan bersama dengan Inter Milan, Napoli, dan Como, sebagaimana dilansir dari Suara.
Keberhasilan mengamankan tempat di zona Liga Champions tidak lepas dari performa impresif klub berjuluk Giallorossi tersebut yang sukses menyapu bersih tujuh pertandingan terakhir lewat catatan enam kemenangan dan satu hasil imbang. Kebangkitan performa ini terjadi setelah tim sempat menderita kekalahan telak dengan skor 2-5 saat bersua Inter Milan pada tanggal 6 April 2026.
Rangkaian hasil positif armada Gian Piero Gasperini diraih melalui kemenangan atas Pisa (3-0), Bologna (2-0), Fiorentina (4-0), Parma (3-2), Lazio (2-0), serta Verona (2-0), sementara satu laga lain kontra Atalanta berakhir seri 1-1.
“Kami berbicara satu sama lain dan mengatakan bahwa untuk lolos ke Liga Champions, kami membutuhkan enam atau tujuh kemenangan beruntun. Kami belum pernah melakukannya sepanjang musim, tetapi kami menyimpannya untuk momen yang tepat," kata Gasperini kepada DAZN Italia.
Faktor dukungan moril dari para suporter di stadion juga dinilai menjadi elemen krusial lain yang memicu konsistensi performa para pemain di atas lapangan hijau hingga akhir musim.
“Kami memulai dengan baik, membungkam sebagian kritik, tetapi yang terpenting mendapatkan kepercayaan dari suporter, dengan stadion yang selalu penuh,” ujar Gasperini.
Di samping aspek konsistensi tim, kontribusi lini serang yang diisi oleh penyerang pinjaman asal Aston Villa, Donyell Malen, turut menjadi pembeda setelah sang pemain membukukan total 14 gol dan dua umpan matang dari 18 laga Serie A.
“Kehadiran Malen jelas memberi peningkatan besar, tetapi di saat yang sama kami kehilangan Dybala, Soule, dan Dovbyk karena cedera, sehingga opsi di lini depan menjadi sangat terbatas," tutur mantan pelatih Atalanta itu.