Pemerintah Amerika Serikat resmi menerbitkan visa bagi Timnas Iran dan staf pendukung untuk berpartisipasi dalam ajang Piala Dunia 2026 di bawah pengawasan keamanan yang sangat ketat, dilansir dari Medcom.
Langkah ini diambil oleh pemerintahan Presiden Donald Trump guna mengantisipasi potensi ancaman keamanan yang memanfaatkan ajang olahraga internasional tersebut. Ketegangan antara kedua negara sebelumnya sempat meningkat akibat konflik militer pada 28 Februari lalu.
"Visa yang diperlukan agar Iran dapat berpartisipasi di Piala Dunia, termasuk bagi para pemain dan staf pendukung, telah diterbitkan," ujar pejabat White House melalui laporan The Athletic.
Pihak berwenang Amerika Serikat menegaskan bahwa pemberian izin masuk ini tidak akan melonggarkan prosedur keamanan yang berlaku. Penegasan tersebut merujuk pada perlindungan ketat selama turnamen berlangsung.
"Kami tidak akan membiarkan tim Iran menyalahgunakan sistem ini untuk menyelundupkan teroris ke Amerika Serikat dengan alasan yang tidak benar," tegas pejabat tersebut.
Meskipun skuad utama telah mendapatkan visa, masalah administratif masih membayangi rombongan ofisial Iran. Sebanyak 13 anggota delegasi dari Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), termasuk Presiden FFIRI Mehdi Taj dan Kepala Keamanan Mehdi Malekabad, dilaporkan belum memperoleh izin masuk dari lokasi pemusatan latihan mereka di Meksiko.
"FIFA sebagai badan pengatur sepak bola dunia memiliki tanggung jawab untuk menindaklanjuti masalah ini dan memastikan visa bagi anggota staf tim nasional Iran yang saat ini berada di pemusatan latihan, mengingat kehadiran mereka penting bagi stabilitas tim," tulis FFIRI dalam pernyataan resminya pada Sabtu (6/6/2026).
Sebelumnya, sejumlah pejabat federasi yang diduga memiliki hubungan dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) juga sempat ditolak masuk saat hendak menghadiri undian Piala Dunia di Washington D.C. pada Desember lalu. Akibat ketidakpastian administratif ini, Iran memindahkan lokasi pemusatan latihan dari Arizona, Amerika Serikat, ke Tijuana, Meksiko.
Kendati demikian, Presiden Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio memastikan Timnas Iran tetap diizinkan bertanding. Berdasarkan jadwal resmi, Iran akan melakoni laga perdana fase grup melawan Selandia Baru pada 16 Juni di Stadion SoFi, California.