Amerika Serikat Tolak Kedatangan Wasit Piala Dunia Asal Somalia

Amerika Serikat Tolak Kedatangan Wasit Piala Dunia Asal Somalia

Otoritas imigrasi Amerika Serikat menolak kedatangan wasit Piala Dunia 2026 asal Somalia, Omar Artan, di Bandara Internasional Miami setelah mendarat dari Turki pada Senin (8/6), dilansir dari Detik Sport.

Keputusan tersebut mengancam keikutsertaan sang pengadil lapangan berusia 34 tahun itu untuk memimpin pertandingan dalam turnamen sepak bola tertinggi dunia yang digelar di Amerika Serikat.

Padahal, pria yang menjadi wasit Somalia pertama di Piala Dunia ini terbang dengan memegang visa sah serta mengantongi jaminan diplomatik dari Kedutaan Besar Somalia di Kenya.

Meskipun alasan penolakan belum diumumkan secara perinci, kebijakan tersebut diduga berkaitan dengan status kewarganegaraan Artan, mengingat Somalia berada dalam daftar larangan perjalanan yang diterapkan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump.

Petugas langsung mendeportasi peraih penghargaan wasit pria terbaik Konfederasi Sepakbola Afrika (CAF) tahun 2025 itu kembali ke Turki setelah mendarat di Florida.

Kasus pemulangan paksa pemegang lisensi wasit FIFA sejak 2018 ini memicu respons keras dari jajaran pemerintahan negara asalnya yang menilai tindakan tersebut mencederai sportivitas.

Penasihat senior Kementerian Pemuda dan Olahraga Somalia, Ciise Aden Abshir, langsung menyampaikan kecaman terbuka atas perlakuan diskriminatif yang menimpa warganya.

"Omar Artan adalah salah satu wasit paling dihormati di Afrika dan pantas mendapatkan dukungan dari seluruh komunitas sepakbola," kata Ciise Aden Abshir, dilansir dari France 24.

Abshir menilai pembatasan akses masuk ini merugikan sang wasit secara personal sekaligus mencederai prinsip dasar keadilan dalam dunia olahraga internasional.

"Menolaknya masuk ke Amerika Serikat dan mencegahnya memimpin pertandingan yang dijadwalkan tidak hanya merugikannya secara pribadi tetapi juga merusak komitmen sepakbola terhadap keadilan, prestasi, dan semangat fair play," tegas Ciise Aden Abshir.

Hingga saat ini, Omar Artan masih tertahan di Turki setelah proses deportasi dari bandara Miami selesai dilakukan oleh otoritas terkait.

Artikel terkait

Rekomendasi