Aston Villa Juara Liga Europa Buka Peluang Enam Wakil Inggris ke Liga Champions

Aston Villa Juara Liga Europa Buka Peluang Enam Wakil Inggris ke Liga Champions

Keberhasilan Aston Villa merengkuh trofi Liga Europa membuka peluang besar bagi Premier League untuk mengirimkan hingga enam wakil dalam kompetisi Liga Champions musim depan.

Seperti dilansir dari Detik Sport, kepastian tersebut didapat setelah The Villans menumbangkan SC Freiburg dengan skor telak 3-0 dalam laga final di Besiktas Stadium pada Kamis (21/5/2026) dini hari WIB.

Kemenangan meyakinkan ini sekaligus mengakhiri penantian panjang selama 44 tahun bagi Aston Villa untuk kembali merasakan atmosfer kejayaan di level kompetisi tertinggi Eropa.

Secara regulasi, Inggris sebenarnya telah mengamankan satu tiket tambahan untuk Liga Champions musim depan berkat performa impresif klub-klubnya di kancah Eropa sepanjang musim ini.

Jatah tambahan dari European Performance Spot tersebut awalnya membuat kompetisi kasta tertinggi Inggris sudah pasti diwakili oleh lima tim di Liga Champions.

Namun, situasi dapat berubah menjadi enam wakil karena Aston Villa saat ini berada di peringkat keempat klasemen Premier League, posisi yang sebenarnya sudah memberikan tiket otomatis ke Liga Champions.

Agar skenario enam wakil Inggris di Liga Champions bisa terwujud, syarat utamanya adalah Aston Villa harus mengakhiri musim Premier League di peringkat kelima.

Jika Aston Villa finis di posisi kelima, mereka akan lolos ke Liga Champions dengan status sebagai juara bertahan Liga Europa.

Konsekuensinya, jatah tiket dari European Performance Spot yang semula menjadi hak tim peringkat kelima akan dialihkan ke tim yang menghuni posisi keenam klasemen Premier League.

Kondisi akan berbeda jika Aston Villa tetap bertahan dan finis di peringkat keempat pada akhir musim Premier League nanti.

Apabila skenario itu terjadi, Aston Villa akan dihitung lolos ke Liga Champions lewat jalur peringkat empat besar klasemen domestik.

Tiket lolos dari jalur juara Liga Europa tidak akan diturunkan kepada tim peringkat keenam Premier League, melainkan dialihkan ke Sporting sebagai tim pemilik koefisien tertinggi di fase kualifikasi Liga Champions.

Artikel terkait

Rekomendasi