Klub Inggris, Aston Villa, sukses memastikan diri sebagai kampiun Liga Europa 2025/2026 setelah menumbangkan wakil Jerman, SC Freiburg. Bertanding di Tupras Stadium, Istanbul, pada Rabu malam waktu setempat, Aston Villa mencetak kemenangan mutlak dengan skor 3-0.
Kemenangan telak tersebut dipastikan melalui sumbangan gol dari Youri Tielemans, Emiliano Buendía, dan Morgan Rogers. Hasil manis di Turki ini, seperti dilansir dari Suara, sekaligus menyudahi penantian panjang klub asal Birmingham tersebut selama tiga dekade untuk kembali merengkuh trofi mayor.
Gelar kompetisi kasta kedua Eropa ini menjadi piala mayor pertama bagi The Villans setelah terakhir kali memenangi Piala Liga Inggris pada musim 1995/1996. Keberhasilan ini mengukir sejarah baru setelah 30 tahun lamanya klub dibayangi masa-masa tanpa gelar.
"Ini adalah momen yang luar biasa bagi para penggemar, momen yang luar biasa bagi klub, dan ini akan tercatat dalam sejarah," ujar Morgan Rogers.
Dominasi Unai Emery di Kompetisi Eropa
Keberhasilan ini semakin mengukuhkan reputasi juru taktik Aston Villa, Unai Emery, sebagai pelatih spesialis turnamen ini. Pelatih asal Spanyol tersebut kini tercatat telah mengoleksi lima trofi Liga Europa sepanjang karier manajerialnya.
Sebelum membawa Aston Villa naik ke podium tertinggi, Emery telah memenangi tiga gelar serupa bersama Sevilla dan satu trofi saat menukangi Villarreal. Rekor ini mempertegas tangan dingin sang pelatih sejak mendarat di Aston Villa pada tahun 2022.
"Saya selalu sangat berterima kasih untuk Eropa, terutama Liga Europa," kata Emery seusai laga.
Dukungan Langsung dari Keluarga Kerajaan
Sajian partai final di Istanbul juga dihadiri oleh Pangeran William yang menyaksikan langsung laga dari tribune stadion. Tokoh kerajaan Inggris tersebut dikenal sebagai suporter fanatik Aston Villa dan ikut mengabadikan momen kapten John McGinn mengangkat trofi.
McGinn mengungkapkan bahwa kehadiran sang pangeran memberikan suntikan motivasi bagi seluruh anggota tim di ruang ganti sebelum pertandingan dimulai.
"Senang sekali mendapat dukungannya dan semoga malam ini dia bisa minum bersama kami," canda McGinn.
Penebusan Kegagalan dan Transformasi Besar
Gelar juara ini menjadi momen penebusan personal bagi Unai Emery yang sempat menelan kekalahan di final Liga Europa 2019 saat melatih Arsenal. Kala itu, langkahnya dijegal oleh Chelsea yang berujung pada akhir masa baktinya di Emirates Stadium.
Selain bagi sang pelatih, prestasi ini melengkapi dongeng kebangkitan Aston Villa dalam beberapa musim terakhir. Klub ini sempat terlempar ke kompetisi Championship pada 2019 dan berada di papan bawah dekat zona degradasi ketika Emery pertama kali datang.
Di bawah arahan mantan pelatih mumpuni tersebut, Aston Villa mengalami perombakan performa secara drastis hingga mampu menembus zona Liga Champions dan kini resmi mengamankan trofi kompetisi Eropa.