Atalia Praratya mengungkapkan perubahan signifikan dalam kesehariannya setelah resmi bercerai dari Ridwan Kamil melalui keputusan Pengadilan Agama Bandung pada Rabu, 7 Januari 2026. Anggota Komisi VIII DPR RI tersebut kini memilih fokus mengurus ibunya dan berinteraksi dengan masyarakat untuk menghadapi masa transisi.
Perceraian yang diputus secara kesepakatan tersebut terjadi setelah keduanya menjalani masa pisah rumah selama enam bulan. Dilansir dari Suara, perpisahan ini dipastikan bukan karena adanya pihak ketiga, melainkan hasil kesepakatan bersama termasuk mengenai pembagian hak asuh anak.
Atalia menjelaskan adanya perbedaan besar dalam aktivitas rutinnya sejak menyandang status baru sebagai orang tua tunggal. Hal ini ia sampaikan saat merespons perubahan suasana di kediamannya saat ini.
"Ada yang berbeda ya, tentu saja. Bedanya banyak banget. Biasa ngurusin orang, sekarang tidak ada yang diurusin," kata Atalia, mengutip akun Instagram @lambegosiip.
Ia menambahkan bahwa saat ini konsentrasi utamanya di rumah dialihkan sepenuhnya untuk memberikan perhatian kepada sang ibunda. Ketidakhadiran pasangan dan jarak dengan anak-anak menjadi faktor utama perubahan atmosfer tersebut.
"Tidak ada suami, anak juga jauh. Saya jadi di rumah itu hanya ngurus ibu," katanya menyambung.
Mengenai ketegaran yang diperlihatkan kepada publik, Atalia menyebut hal itu merupakan hasil dari nilai-nilai yang ditanamkan oleh orang tuanya. Ia selalu diingatkan untuk mencari sisi positif di tengah situasi sesulit apa pun agar bisa bangkit lebih cepat.
"Ibu saya sering menitipkan pesan, jadi orang itu harus banyak bersyukur. Kalau kita mendapatkan sebuah situasi, kalau kamu melihat negatifnya pasti banyak. Tapi kalau kamu melihat positifnya pasti ada," ujarnya.
Prinsip mencari sisi terang dalam kesempitan diakuinya menjadi kunci utama untuk terus melangkah. Atalia menegaskan bahwa dirinya berusaha tetap produktif meskipun harus melewati kenyataan pahit.
"Nah jadi saya dalam situasi apapun, saya tuh selalu kadang-kadang lagi sempit, saya cari positifnya. Terus akhirnya saya tuh kayak gampang move on."
Meskipun tampak kuat di hadapan masyarakat, Atalia membantah anggapan bahwa dirinya tidak merasakan kesedihan sama sekali. Ia mengakui sempat mengalami fase emosional yang sangat berat hingga menyentuh titik terendah dalam hidupnya.
"Orang mengatakan bahwa, 'Bu Cinta kalau misalkan ada masalah kok kayaknya cepat banget ya, kayak enggak ada sedih-sedihnya' gitu," ucap Atalia.
Perempuan berusia 52 tahun ini menegaskan bahwa dirinya tetap merasakan hancur akibat perceraian tersebut. Baginya, proses pemulihan batin tetap memerlukan waktu yang tidak singkat.
"Padahal saya sedih juga sama. Pasti tetap ada drop juga sampai mungkin ke titik bukan nol lagi, minus kali ya. Aku ngalamin itu semua," tuturnya.
Saat ini, Atalia memilih untuk menyerahkan urusan masa depannya, termasuk kemungkinan memiliki pendamping baru, sepenuhnya kepada ketentuan Tuhan. Ia menyatakan masih ingin fokus memulihkan diri dari rasa trauma yang dialami.
"Saya enggak mau melawan takdir ya, saya serahkan saja sama Allah. Tapi kalau ditanya trauma, saya trauma dulu deh, biarin," ujarnya.
Keputusan untuk tidak terburu-buru mencari jodoh kembali diambil karena ia meyakini segala sesuatunya sudah memiliki garis waktu masing-masing. Atalia lebih memilih menjalani masa tenangnya tanpa beban target urusan asmara.
"Biarin aja saya melewati dulu masa-masa itu. Semua akan ada waktunya. Ada jodoh, tidak ada jodoh itu sudah ada yang mengatur."