Sebanyak 27 peserta terpilih dalam audisi seni tari Pagelaran Sabang Merauke yang berlangsung di Mal Grand Indonesia, Jakarta, pada Minggu (26/4/2026). Dilansir dari Lifestyle, ajang ini menyaring puluhan talenta terbaik dari total 676 pendaftar di seluruh Indonesia untuk terlibat dalam pementasan kolosal mendatang.
Proses seleksi dilakukan melalui kurasi daring yang ketat hingga menyisakan 50 peserta untuk tampil langsung di hadapan dewan juri. Setiap kandidat diwajibkan membawakan dua tarian kreasi baru berbasis tradisi, dengan salah satu tarian diiringi lagu Inspirasi Diri karya Yura Yunita.
Panel juri yang bertugas menilai kompetensi peserta terdiri dari penyanyi Raisa Andriana, pengamat budaya Giok Hartono, Sutradara Rusmedie Agus, serta dua koreografer profesional, Sandhidea Cahyo dan Pulung Jati. Pihak penyelenggara mencatat adanya peningkatan signifikan pada jumlah dan kualitas karya peserta tahun ini.
Juri Sandhidea Cahyo menegaskan bahwa audisi ini menjadi ruang ekspresi positif bagi seniman di berbagai wilayah tanah air. Kehadiran para talenta baru ini diproyeksikan menjadi aset budaya yang akan memperkaya keberagaman seni dalam skala nasional.
"Tujuan dari apa yang kita lakukan untuk mendapatkan 27 besar ini lebih kepada bagaimana pemerataan dan juga aset-aset, kemudian keberagaman yang ada di wilayah Indonesia ini bisa terkristalisasi lewat karya besar yang akan kita selenggarakan di 21-23 Agustus 2026 di Indonesia Arena," jelas Sandhidea Cahyo, Juri Audisi.
Sutradara Pagelaran Sabang Merauke, Rusmedie Agus, menyatakan keyakinannya terhadap kecintaan generasi muda terhadap warisan leluhur. Menurutnya, antusiasme peserta yang tinggi di lokasi audisi secara otomatis mematahkan anggapan bahwa kaum muda mulai meninggalkan kebudayaan lokal demi tren asing.
"Jadi kalau ada sebuah kalimat yang mengatakan bahwa sekarang kita sudah jauh dari kebudayaan, faktanya pada hari ini di Grand Indonesia, begitu banyaknya dukungan untuk kebudayaan Indonesia," ungkap Rusmedie Agus, Sutradara Pagelaran Sabang Merauke.
Rusmedie juga menambahkan rasa bangganya terhadap berbagai atraksi seni yang ditampilkan, yang dinilai merepresentasikan kekayaan budaya nusantara. Setelah fase ini, para pemenang akan dipersiapkan untuk masuk ke dalam ekosistem produksi pertunjukan yang lebih profesional.
Raisa Andriana yang turut memberikan penilaian mengaku terkesan dengan energi dan semangat nasionalisme yang ditunjukkan para penari. Baginya, penampilan para peserta tidak hanya sekadar kompetisi, tetapi juga upaya konkret dalam menjaga identitas bangsa di mata dunia.
"Saya hanya mau berterima kasih kepada semua peserta malam hari ini yang sudah memberikan yang terbaik untuk kami semua, para juri maupun para penonton di sini. Terima kasih banyak juga untuk semua usahanya untuk melestarikan budaya kita, dan untuk memperkenalkan budaya kita ke kita-kita sendiri, ke orang Indonesia sendiri, maupun ke mancanegara," papar Raisa Andriana, Juri Audisi.
CEO iForte dan Protelindo Group, Ferdinandus Aming Santoso, memberikan apresiasi atas keunikan yang dibawa setiap individu dalam proses seleksi tersebut. Ia memandang para penari sebagai representasi keindahan keberagaman yang hanya dimiliki oleh Indonesia.
"Kalian telah mendemonstrasikan betapa indahnya Indonesia, betapa uniknya Indonesia, karena keberagaman hanya Indonesia yang punya. Tidak ada yang menang atau kalah, tapi ada yang terpilih dan belum terpilih," ucap Ferdinandus Aming Santoso, CEO iForte dan Protelindo Group.
Ke-27 penari yang lolos akan menjalani pelatihan intensif selama tiga bulan di Yogyakarta guna mematangkan teknis dan kesiapan kerja sistemik. Pagelaran Sabang Merauke 2026 bertajuk 'Hikayat Srikandi Nusantara' dijadwalkan mentas pada 21-23 Agustus 2026 di Indonesia Arena, Jakarta.