Grup musik heavy metal asal California, Avenged Sevenfold, mengambil langkah besar untuk berjalan di jalur independen. Keputusan ini diambil setelah hampir tiga dekade berada di bawah naungan label rekaman besar.
Kabar tersebut diumumkan secara tertulis melalui akun Instagram resmi mereka pada Rabu, 20 Mei 2026, seperti dikutip dari Medcom.
"Setelah 26 tahun berkarya, Avenged Sevenfold kini resmi menjadi band yang sepenuhnya independen," tulis Avenged Sevenfold dalam pernyataan resmi mereka.
Band yang beranggotakan M. Shadows, Synyster Gates, Zacky Vengeance, Johnny Christ, dan Brooks Wackerman ini menunjukkan keseriusan mereka dalam mengendalikan penuh karya musik yang dihasilkan.
Avenged Sevenfold membeli kembali master rekaman serta hak cipta beberapa album mereka yang sebelumnya dipegang oleh label besar Capitol Records dan Warner Music Group.
"Kami dengan antusias mengumumkan bahwa kami telah membeli kembali master rekaman dan hak atas album The Stage, The Stage (Deluxe Edition), serta Live at the Grammy Museum dari Capitol Records," lanjut mereka.
Seiring dengan proses pemindahan aset digital ini, para personel memberikan pengumuman penting bagi para penggemar mereka yang dikenal sebagai The Deathbat di seluruh dunia.
"Kami ingin memberi tahu kalian karena kemungkinan kalian perlu menambahkan ulang album-album tersebut ke playlist jika sempat tidak muncul di layanan streaming yang kalian gunakan. Selain itu, edisi Deluxe kami kini juga dilengkapi penampilan spesial Live from Capitol Records Rooftop yang berisi empat lagu," tambah band bentukan tahun 1999 tersebut.
Keputusan mengamankan album The Stage yang dirilis pada tahun 2016 sebagai salah satu karya pertama yang dimerdekakan memiliki arti mendalam bagi mereka.
Album tersebut dianggap membawa pandangan yang melampaui masanya ketika pertama kali diperkenalkan kepada publik sepuluh tahun yang lalu.
"The Stage kini menjadi bagian dari perjalanan independensi tersebut. Album ini sejak awal membahas tema kecerdasan buatan (AI), kritik politik dan sosial, teori simulasi, hingga eksistensialisme pada 2016 lalu — tema-tema yang terasa semakin relevan di era sekarang," tutup Avenged Sevenfold.