Ayah Bunga Zainal Sapuri bin Husein Meninggal Dunia

Ayah Bunga Zainal Sapuri bin Husein Meninggal Dunia

Sapuri bin Husein yang merupakan ayahanda dari aktris Bunga Zainal meninggal dunia pada Selasa, 5 April 2026 setelah mengalami penurunan kondisi kesehatan. Berita duka ini pertama kali tersebar melalui unggahan media sosial kerabat dekat keluarga yang kemudian dilansir dari Suara.

Kabar tersebut diumumkan oleh akun Instagram @witaniheee yang menyampaikan rasa belasungkawa mendalam bagi keluarga besar almarhum. Pesan tersebut ditujukan kepada anak-anak almarhum yakni Vicky Zainal, Riscka Zainal, Wulan Zainal, Meita Khoirunisa, dan Bunga Zainal.

"Innalillahi wainailahi rojiun!! Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya ayahanda dari sahabat kita," tulis akun @witaniheee.

Pihak kerabat dan keluarga turut memanjatkan doa agar mendiang mendapatkan tempat terbaik di sisi Sang Pencipta. Harapan tersebut disampaikan bersamaan dengan pengumuman waktu berpulangnya Sapuri bin Husein.

"Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa beliau, menerima amal ibadahnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya," lanjut isi pesan duka tersebut.

Kesehatan Sapuri dilaporkan telah menurun drastis sejak satu bulan sebelum meninggal dunia. Bunga Zainal sempat mengungkapkan melalui sebuah video bahwa dirinya telah mengupayakan pengobatan maksimal, termasuk membawa sang ayah menjalani pemeriksaan medis intensif di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Aku loh yang bawa bapakku ke Kuala Lumpur, yang cari dokternya tuh aku loh," ucap Bunga Zainal.

Istri dari produser Sukhdev Singh ini menegaskan bahwa selama proses pengobatan, ia sengaja mendampingi ayahnya secara langsung tanpa banyak bicara ke publik. Ia fokus memastikan kelancaran seluruh rangkaian pemeriksaan medis yang harus dijalani sang ayah.

"Pertama kali pet scan, itu aku yang bawa bapakku. Ada aku ngomong-ngomong? Enggak ada kan? Aku diam aja kan?" imbuhnya.

Bunga Zainal juga sempat merespons komentar saudara-saudaranya terkait perawatan orang tua mereka dengan penuh emosi. Hal itu dilakukan karena ia sangat menjaga ketenangan sang ayah selama masa kritis demi mendukung proses penyembuhan yang sedang berjalan.

"Kalau aku sampai ribut-ribut, bapakku bisa meninggal di tempat, kalian tahu enggak?" tuturnya.

Artikel terkait

Rekomendasi