Aktris Bunga Zainal baru saja berduka atas kepergian ayahnya, Sapuri bin Husein, yang meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit kanker selama beberapa tahun terakhir di kediamannya, Jakarta Barat. Jenazah almarhum dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada Rabu, 6 Mei 2026.
Kesehatan ayah Bunga Zainal dilaporkan mulai merosot sejak tahun 2021, tak lama setelah masa pandemi COVID-19 berakhir. Pihak keluarga telah menempuh berbagai langkah medis intensif guna mengupayakan kesembuhan almarhum, sebagaimana dilansir dari Detik Hot.
Kanker yang diderita Sapuri bin Husein mengharuskan dirinya menjalani prosedur operasi berat. Dampak dari tindakan medis tersebut membuat almarhum kehilangan suara dan tidak bisa berkomunikasi secara verbal hingga akhir hayatnya.
"Jadi Papa tuh memang sebelumnya ada riwayat sakit cancer yang sudah berapa tahun diderita gitu. Jadi ya sekarang alhamdulillah Papa sudah nggak sakit lagi," kata Bunga Zainal.
Bunga Zainal menjelaskan bahwa diagnosis penyakit tersebut keluar setelah situasi pandemi mereda. Sejak saat itu, sang ayah rutin melewati serangkaian pengobatan demi bertahan melawan sel kanker.
"Dari 2021 ya, setelah COVID tuh Papa didiagnosa cancer. Cuma kan memang sudah apa ya, sudah banyak treatment juga, pengobatan juga gitu," tutur Bunga Zainal.
Pihak keluarga mengaku memahami keinginan terakhir almarhum yang menunjukkan tanda-tanda kelelahan fisik. Sapuri bin Husein memutuskan untuk menolak pemasangan alat medis tambahan dan memilih menghabiskan waktu terakhir di rumah.
"Karena Papa terakhir kan nggak bisa komunikasi lagi ya, sudah karena operasi itu otomatis suaranya hilang. Cuma kita sebagai keluarga sudah pasti tahu yang dia mau, kayak sudah nggak mau dipasangin alat apa gitu," terang Bunga Zainal.
Sebelum mengembuskan napas terakhir, kondisi fisik almarhum semakin melemah setelah menjalani perjuangan panjang. Keluarga akhirnya mengabulkan permintaan almarhum untuk tidak lagi dirawat di rumah sakit.
"Tetapi terakhir kayak kita keluarga juga sudah lihat Papa capek ya, mungkin dia punya badan, Papa yang punya fisik gitu. Jadi ya sudah, maunya di rumah kita kabulin," jelas Bunga Zainal.
Meskipun hanya berkomunikasi melalui isyarat di saat-saat terakhirnya, almarhum tetap menunjukkan semangat untuk berkumpul bersama anak-anaknya. Almarhum meninggal dunia dengan tenang setelah berhasil mewujudkan keinginan untuk bersama keluarga besarnya.