Ayah Bunga Zainal Safuri Husin Meninggal Akibat Kanker

Ayah Bunga Zainal Safuri Husin Meninggal Akibat Kanker

Aktris Bunga Zainal berduka atas kepergian ayahandanya, Safuri Husin, yang meninggal dunia pada Selasa, 5 Mei 2026, akibat penyakit kanker yang diderita sejak tahun 2022. Jenazah almarhum telah dimakamkan secara khidmat di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada Rabu, 6 Mei 2026.

Dilansir dari Suara, prosesi pemakaman tersebut dihadiri oleh Bunga Zainal beserta kakak-kakaknya yang tampak sangat terpukul. Meskipun terlihat berusaha tegar saat menghadapi awak media, bintang film tersebut tidak mampu menyembunyikan kesedihannya atas kepulangan sang ayah setelah berjuang melawan penyakitnya.

Bunga Zainal menjelaskan bahwa diagnosis kanker baru diketahui oleh keluarga setelah masa pandemi Covid-19 berakhir. Upaya medis telah dilakukan secara maksimal oleh pihak keluarga guna memperjuangkan kesembuhan sang ayah selama beberapa tahun terakhir.

"Papa itu sebelumnya ada riwayat sakit kanker, tahunya itu setelah Covid-19, 2022," kata Bunga Zainal.

Keluarga dikabarkan telah mengupayakan berbagai metode pengobatan, termasuk melakukan perawatan medis hingga ke luar negeri. Bunga juga menekankan peran sang ibu yang selalu mendampingi almarhum hingga saat-saat terakhirnya.

"Jadi ya sekarang alhamdulillah Papa sudah enggak sakit lagi," imbuh Bunga Zainal.

Kesetiaan sang ibu dalam merawat ayahnya menjadi sorotan utama dalam perjuangan keluarga menghadapi masa-masa sulit tersebut. Bunga menyebutkan bahwa keinginan terakhir sang ayah adalah untuk selalu berada dekat dengan istrinya.

"Pasti sih, yang paling banyak usaha kan pasti dari mama ya. Mama dampingi papa terus, karena memang Papa tuh kayak sampai di akhir hayat tuh pengiennya dekat Mama," imbuh Bunga Zainal.

Kondisi fisik Safuri Husin dilaporkan terus menurun hingga mencapai titik di mana ia menunjukkan isyarat kelelahan terhadap prosedur medis yang dijalaninya. Pihak keluarga akhirnya memutuskan untuk membawa pulang almarhum agar dapat beristirahat dengan tenang di rumah.

"Dan akhirnya, papa kayak udah nyerah juga ya, capek. Kami juga udah ngelihat Papa pengin pulang," ujar Bunga Zainal.

Sebelum menghembuskan napas terakhir, Safuri diketahui sudah tidak lagi mampu berkomunikasi secara verbal karena kehilangan suara. Bunga Zainal sempat menyampaikan permohonan maaf secara langsung di telinga ayahnya di tengah keterbatasan tersebut.

"Papa terakhir kan enggak bisa komunikasi lagi ya, suaranya hilang," ucap Bunga Zainal.

Meski mengalami kesulitan berbicara, almarhum sempat memberikan tanda atau kode tertentu agar seluruh buah hatinya segera berkumpul di sisinya. Kode tersebut dipahami dengan baik oleh sang istri yang kemudian mengoordinasikan anak-anak mereka.

"Tapi terakhir memang dia kasih kode buat kita tuh kayak kumpul, sebutin satu-satu gitu," tutur Bunga Zainal.

Kehadiran seluruh anak-anaknya di sisi tempat tidur menjadi momen penting sebelum sang ayah berpulang. Sang ibu memastikan setiap nama anak disebut untuk memastikan tidak ada satu pun anggota keluarga yang terlewatkan dalam pertemuan terakhir itu.

"Jadi Mama mungkin lebih paham ya, jadi Mama sudah sebutin 'oh anaknya dari pertama sampai terakhir enggak ada yang tersisa, udah kumpul'," kata Bunga Zainal.

Bunga mengungkapkan rasa syukur karena masih memiliki waktu sekitar dua jam untuk mendampingi dan berbincang dengan ayahnya sebelum almarhum wafat. Momen kepulangan sang ayah digambarkan terjadi dengan sangat tenang tepat setelah semua anak hadir.

"Terakhir sih aku datang memang sebelum Papa meninggal tuh ya kurang lebih hampir dua jam ya aku ada kesempatan buat ngobrol gitu," tutur Bunga Zainal.

Suasana haru menyelimuti akhir hayat Safuri Husin yang meninggal segera setelah proses absensi seluruh anak selesai dilakukan secara lengkap oleh pihak keluarga.

"Indah banget meninggalnya Papa tuh bener-bener langsung begitu disebutin anak terakhir, kami semua kumpul dan dikoordinasi, Papa langsung enggak ada," kata Bunga Zainal.

Artikel terkait

Rekomendasi