Selebgram Ayu Aulia mengungkapkan kondisi kesehatannya yang harus menjalani prosedur pengangkatan rahim akibat dampak hubungan masa lalu dengan seorang pejabat daerah berinisial R. Kerusakan organ tersebut dipicu oleh tindakan aborsi yang dilakukan Ayu beberapa tahun silam saat menjalin kedekatan dengan sang bupati.
Pengakuan ini muncul melalui unggahan media sosial pribadi Ayu Aulia yang mempertanyakan tanggung jawab moral pria tersebut. Ayu mengklaim bahwa kehilangan rahim merupakan beban berat yang harus ia tanggung sendiri hingga saat ini, sementara pihak pria dianggap mencoba menghapus jejak hubungan mereka.
"Tidak semua luka berdarah di luar. Gimana kabar Pak Bupati inisial R?Masih bisa happy di atas penderitaan aku?," tulis Ayu Aulia sebagaimana dilansir dari cumicumi.com.
Ayu juga merespons klarifikasi dari Bupati R yang menyatakan bahwa hubungan mereka telah berakhir dan menjadi bagian dari masa lalu. Menurut Ayu, pernyataan tersebut tidak sesuai dengan fakta perhatian yang masih diberikan sang bupati kepada dirinya pada tahun 2025 lalu.
"Kamu boleh menyebutku masa lalu di depan publik. Tapi hati nuranimu tahu, tahun lalu kamu masih datang, mengajak bertemu, makan bersama, bahkan menunjukkan perhatian yang tidak mungkin dilakukan seseorang kepada 'masa lalu' yang benar-benar sudah selesai," ujar Ayu Aulia.
Pernyataan ini dikeluarkan Ayu untuk membantah narasi yang dibangun oleh pihak pria demi menjaga reputasi publik. Ia menegaskan bahwa kejujuran atas hubungan yang pernah terjadi secara sadar jauh lebih terhormat daripada sebuah penyangkalan.
"Jadi jangan membentuk narasi seolah aku mengada-ada hanya demi menjaga citramu sendiri. Kejujuran jauh lebih terhormat daripada menyangkal seseorang yang pernah kamu dekati dengan sadar," tegas Ayu Aulia.
Dalam sesi tanya jawab dengan pengikutnya, wanita berusia 31 tahun ini merinci bahwa rahimnya terpaksa diangkat karena sudah mengalami kerusakan permanen. Kondisi tersebut merupakan imbas langsung dari tindakan aborsi yang dilakukan di masa lalu yang masih meninggalkan trauma mendalam bagi dirinya.
"Kehilangan rahim, kehilangan masa depan yang dulu aku bayangkan, dan menjalani semua sendirian bukan hal kecil untuk dilupakan begitu saja. Sementara kamu memilih menyangkal, menyebutku masa lalu, dan bertindak seolah semuanya tidak pernah berarti," beber Ayu Aulia.
Ayu menutup pernyataannya dengan harapan agar penderitaan yang ia alami tidak menimpa perempuan lain di masa depan. Ia juga menyinggung keluarga sang bupati dalam doa yang disampaikannya melalui fitur media sosial tersebut.
"Aku hanya berharap, semoga tidak akan ada perempuan lain-atau bahkan keluargamu sendiri suatu hari nanti- yang merasakan sakit yang sama seperti yang aku rasakan hari ini," imbuh Ayu Aulia.